11 Sep
  • By Admin Pusat
  • Cause in

Walaupun Rindu Belum Terobati, Namun Bapak tidak Berjuang Sendiri

Kalian masih ingat curhatan kita tentang Simbah Sastro Utomo yang berjuang hidup didalam kesendiriannya. Ingatan kalian masih begitu tajam. Dan menunjukkan betapa setianya sama kami keluarga Hafara. Alhamdulilah. Atas izinNya kami kembali menjadi wakilNya untuk saling mengingatkan satu sama lain tentang ladang pahala ini.

Seperti yang kita tahu. Kewajiban kita sebagai seorang anak adalah menghormati kedua orang tua. Selain berbakti kepada Ibu, berbakti kepada seorang Ayah juga menjadi satu hal yang diperintahkan dan harus dilakukan sang anak. Ya, Ayah adalah sosok yang sangat penting didalam sebuah keluarga. Jerih payah yang setiap hari ia rasakan hanya demi penghidupan yang baik untuk keluarganya. Bahkan seorang Ayah selalu mempunyai 1000 alasan untuk menepis kesedihannya.

Simbah Sudi hidup seorang diri dirumah sederhana yang masih terletak di daerah Bantul Yogyakarta.

Beliau telah lama ditinggal istrinya menghadap Sang Illahi. Yang mau tak mau simbah harus menjalani masa-masa tuanya seorang diri. Simbah Sudi dan almarhum istri dikaruniai dua orang anak buah dari pernikahannya. Satu perempuan dan satu laki-laki. Namun, anak perempuannya diambil kembali olehNya melalui penyakit yang dideritanya. Dan anaknya yang satu, dia sudah menjalin bahtera rumah tangga dan tinggal di tanah luar jawa jauh dari tanah kelahirannya.

Hanya Rindu. Kalimat sebagai ungkapan perasaan yang menjadi judul lagu penyanyi solo ‘Andmesh’ itulah yang selalu hinggap dihati simbah Sudi. Bagaimana tidak. Beliau ditinggal anak semata wayangnya sudah sangat lama. Mungkin sekedar kabar menyapa simbah Sudi dari anaknya itu sudah lebih dari cukup baginya. Namun, itu hanya menjadi sebuah harapan beliau. Jangankan bisa melihat rupa anaknya, mendengar suaranya pun sudah tidak pernah.

“Nak, pulanglah ! Bapak rindu.”Begitulah permintaan yang selalu simbah Sudi utarakan dari hati kecilnya. Dan sudah pasti permintaan itulah yang selalu muncul didalam doanya ketika beliau sehabis melaksanakan kewajiban lima waktunya. Sahabat ? Kami rasa kalian sudah tau bahkan sampai hafal sama salah satu lagu Virzha ‘Tentang Rindu’. Dan banyak dari kalian yang sudah pantengin video clipnya. Cerita didalamnya sama persis kan dengan yang terjadi dikehidupan simbah Sudi. Seorang ayah yang tinggal seorang diri, berharap anak yang ia ayomi sejak kecil datang menghampirinya.

Sempet netes kan air matanya meresapi makna dari lirik lagu tersebut. Dan itu bukan hanya cerita fiktif belaka Sahabat. Peristiwa itu benar-benar terjadi di kehidupan nyata. Namun, alhamdulilahnya lagu itu memberikan dampak positif bagi siapa saja yang melihat dan mendengarkannya. Jadi lebih berbakti sama ayahnya. Jadi lebih sayang dan berniat dalam hati kelak hal seperti itu jangan sampai terjadi sama ayahnya.

Begitupun simbah Sudi. Meskipun berjuang hidup sendiri yang harus dilalui. Beliau mampu mengambil sisi positifnya dan beliau sama sekali tidak pernah ‘gersulo’ istilah jawanya. Beliau tetap berusaha gimana caranya ‘urip tentrem ati ayem’ dalam kesehariannya. Selain itu, optimisme simbah Sudi semakin bertambah karena.

#orangbaik

Banyak orang-orang baik yang disekitarnya yang membantu mbah Sudi.

Contohnya dalam hal pangan. Beliau memang kadang suka masak sendiri dengan keren bata yang ada disalah satu ruangan rumahnya, tapi sedekah makanan dari tetangga sekitar juga sering datang untuknya. Uluran tangan mereka itulah yang juga membuat simbah Sudi tetap semangat menjalani hidup.

Tawakal dan pasrah kepada Sang Maha Pengatur Hidup lah yang selalu simbah Sudi lakukan. Dan keceriaan diwajahnya pun berkat rasa syukur yang selalu ada didalam hatinya. Sahabat, boleh nggak kami sedikit berbicara ke anaknya ? (Anak simbah Sudi). Mungkin kita bukan orang yang saling mengenal.

Namun, siapapun kamu, dimanapun kamu tinggal sekarang, dan kesibukan apapun yg sedang kamu lakukan disana. Kami segenap keluarga Hafara. Izinkan mengutarakan perasaan rindu yang teramat dalam di hati simbah Sudi. Dan dengan segala kerendahan hati kami mohon. Pulanglah ! Temui beliau dan obati rindunya ! Beliau tidak mengharapkan apapun darimu selain bisa menatap dan memeluk langsung ragamu.

Percayalah ! Allah selalu membuka lebar kesempatan itu. Inilah saatnya hati kita tergerak sahabat. Kalian pasti ingin kan menjadi salah satu dari #orangbaik yang mengelilingi simbah Sudi ?Apa gunanya harta kekayaan melimpah yang kita punya.. Kalau kasih sayanglah yang lebih berarti diatas segalanya. Bersama kami https://kitabisa.com/zakathafara.

Dengan tangan kecil kita. Marilah kita amin i doa dan harapan simbah Sudi agar akhir bahagia tersirat juga di hidupnya seperti akhir cerita lagu ‘Tentang rindu’ dari Virzha. Marilah bersama-sama belajar memanusiakan manusia. Menyapa dengan ramah nasib hidup mereka dan memuliakannya. Sebagai salah satu ungkapan syukur kita kepadaNya.

Karena sesungguhnya kebahagiaan sejati itu ketika kita mampu membantu sesama dengan niat meraih ridhoNya. Sekian dari kami. Semoga Sahabat semua selalu dekat dengan rasa syukur dan mengetahui dengan betul cara mengungkapkannya. Sampai ketemu dikesempatan selanjutnya dan terimakasih selalu betah stay bersama kami

Ohh iya. Bagi yg belum melihat video clip ‘Tentang rindu’ dari Virzha. Buka youtube dan tonton sekarang yaa. Biar kalian nggak gagal faham.

Admin Pusat