19 Jun
  • By Admin Pusat
  • Cause in

TOLONG TEMANIKU MELAWAN PENYAKIT INI

Namaku Slamet usiaku 63 tahun rumahku di Gluntung Lor Rt 03 Caturharjo Pandak Bantul. Sudah 3 tahun aku menderita penyakit ini.

Awal mula yang ku rasakan adalah tak bisa untuk buang air besar. Kemudian aku periksa ternyata dokter memvonisku ada tumor diusus.
Seketika terkejut mendengarnya. Lalu aku harus rawat inap di rumah sakit untuk melakukan operasi colostomy. Dibuatkan jalan untuk buang air besar di perutku. Sampai tak terhitung sudah berapa kali aku terapi. Berbagai cara sudah aku tempuh baik pengobatan herbal, alternative maupun medis. Tetapi sel ini tetap saja hinggap diususku. Sampai aku harus terapi dalam yang efeknya membuat saluran kencingku tak berfungsi.

Kini aku buang air besar dan buang air kecil melewati jalan khusus.
Tak hanya itu efeknya juga menyebabkan aku kesulitan untuk duduk. Dulu terpasang selang dan kantung diperutku aku masih bisa menjalankan aktivitas seperti biasanya. Tapi kini keseharianku, aku habiskan ditempat tidur. Terkadang berdiri dan berjalan pelan-pelan keluar rumah untuk menikmati udara dan sekedar menyapa tetangga.
Aku dirumah bersama istriku, memiliki 3 orang anak. kedua anakku sudah hidup bersama keluarganya. Dan masih ada satu anak lagi yang sedang kuliah di Tangerang. Mereka jarang pulang. Istrikulah yang merawatku sampai saat ini, keihklasan dengan kesabaran mengganti kantong kotoranku.

Berkat dukungan istri yang diberikannya setiap hari, aku selalu semangat untuk menjalani terapi.
Sediih…. Merasa rapuh…
“Sabarr yo pak, dilakoni kanti ikhlas ati” begitu ungkap nya. Sebenarnya aku kasihan kepada istriku. Ia mempunyai darah tinggi yang tiap bulan harus berobat teratur di Puskesmas. Tetapi keluarga jauh dan tidak ada yang mengantar maka ia harus rela tidak berobat.Keadaanku juga tak memungkinkan untuk mengantarnya. Aku takut jika suatu saat ia terlalu memikirkan keadaanku memperparah penyakitnya.

“Yaa Allah tak kuat rasanya melihat keadaan ini”
Istriku tak mau tinggal diam, ia tak berobat tetapi mengonsumsi sayuran yang bisa menurunkan tensinya seperti jipang, mentimun dll.

Yaa Allah lindungilah keluargaku dimanapun ia berada, karena saat ini aku tak mampu melindungi mereka. Karena aku yakin Allah memberikan cobaan pasti akan ada hikmah dibaliknya. Ikhlas dan sabar adalah kunci dari sebuah permasalahan hidup.

Perjalanan hidup yang luar biasa dijalani pak Slamet. “Tidaklah seorang muslim tertimpa kecelakaan, kemiskinan, kegundahan, kesedihan, kesakitan maupun keduka-citaan bahkan tertusuk duri sekalipun, niscaya Allah akan menghapus dosa-dosanya dengan apa yang menimpanya itu.” (HR. Bukhari)

Seharusnya kita bisa menjadi lebih baik, lebih semangat dalam berbuat ketaatan kepada Allah Subhanahu Wa Taála Maka jadikanlah cobaan itu menjadi pelajaran yang berharga untuk hidup kita. Jadikan cobaan sebagai motivasi untuk meninggalkan maksiat, meninggalkan hal-hal yang membuat Allah marah kepada kita. Jadikan ini sebagai cambuk untuk membuat kita semakin takut kepada Allah Subhanahu Wa Taála.

Karena itu, sebaiknya setiap dari kita instropeksi diri. Setelah Allah berikan kepada kita cobaan, apakah keadaan kita menjadi lebih baik atau lebih buruk ?

Mari sahabat kita bantu pak Slamet untuk melawan penyakitnya kita temani perjuangannya dengan cara klik

Admin Pusat