22 Jul
  • By Admin Pusat
  • Cause in

TOLONG PAHAMI ISYARATKU

Namanya  Muhammad Ridwan Al Fauzi usianya 6 tahun tinggal di Dusun Kentolan Kidul Rt 01 Guwosari Pajangan Bantul. Ridwan, begitu sapaannya. Ia tiga besaudara dan ia anak terakhir. Sudah sejak Lahir dek Ridwan mengalami gangguan pendengaran dan kesulitan untuk bicara.

Awalnya ketika dek Ridwan berumur 2,5 tahun, ibunya mulai curiga saat dek ridwan tak bisa berbicara. Ia hanya bisa mengeluarkan suara ketika menangis dan berteriak. Tapi tidak bisa berbicara seperti anak pada umumnya.

Lalu ibunya membawa dek Ridwan ke puskesmas setempat. Kata dokter, anaknya harus dibawa ke RS Sardjito Yogyakarta. Dikonsulkan dengan dokter anak disana. Setelah itu dek Ridwan dibawa ke RS Sardjito.Disana dilakukan pemeriksaan. Menurut hasil pemeriksaan pendengaran dek ridwan itu berkurang menjadi 85%. Itu dikarenakan ada suatu hal yang tumbuhnya tidak sempurna dan menyebabkan gangguan.

Kemudian setelah dilakukan pemeriksaan dek Ridwan dilakukan terapi. Terapi itu hanya berlangsung beberapa bulan saja. Karena dek Ridwan tidak ada perubahan. Ibunya sudah menerima bagaimana keadaan dek Ridwan.

“Le mungal dokter niku harus dilakukan Rongent Kepalanya mbak, tapi dokternya tak Tanya lha niku buwat apa dok, le mungal dokter e naming ge mengetahui, lha niku gak membuat perubahan ya mboten sah mawon, kulo pun pasrah” ungkap ibunya dek Ridwan.

Saat ini jika berbicara dengan dek Ridwan jaraknya harus dekat, karena pendengarannya berkurang. Dan sekarang ia sekolah di Panti Binasiwi Di Sendangsari Pajangan. Disana dek Ridwan statusnya masih dititipkan, agar bisa bersosialisasi dengan teman-temannya.

Dek Ridwan itu anak yang aktif, senang bersosialisasi, mudah akrab dengan orang lain. Tetapi karena kekurangannya itu terkadang ia merasa malu atau minder bertemu dengan teman-temannya. Karena ia ketika bicara terkadang menggunakan bahasa isyarat dengan tangan. Ada satu dua temannya yang terkadang membullynya.

“emoh… maem… mamak…” itulah kata yang bisa diucapkan dek ridwan.

Allah SWT berfirman “Sesungguhnya kami telah menciptakan manusia dalam bentuk sebaik-baiknya” QS 95:4

Sahabat dengan jelas bahwa dengan firman tersebut Allah telah menciptakan seorang makhluk tidak ada yang tidak sempurna.

Rasulullah SAW bersabda “Sungguh seseorang niscaya punya suatu derajat di sisi Allah yang tidak akan dicapainya dengan amal, sampai ia diuji dengan cobaan di badannya, lalu dengan ujian itu ia mencapai derajat tersebut”(HR Abu Dawud)

 

 

Hadist ini memberi pemahaman bahwa dibalik keterbatasan fisik (disabilitas) terdapat derajat yang mulia di sisi Allah ta’ala. Islam tidak mengajarkan umatnya untuk menjadikan keterbatasan tersebut sebagai kekurangan, tapi justru sebagai tangga bagi tercapainya derajat yang tinggi.

Mari sahabat kita bantu saudara kita dengan cara http://kitabisa.com/zakathafara

Admin Pusat