12 Apr
  • By Admin Pusat
  • Cause in

TEMANI YUKO UNTUK KEMBALI MENGEJAR CITA-CITANYA YANG HAMPIR PUNAH

 

TEMANI YUKO UNTUK KEMBALI MENGEJAR CIT-CITANYA YANG HAMPIR PUNAH

Takdir memang hanya Allah yang tau, kita akan melangkah kemana dan akan bertemu siapa sudah ada yang mengatur. Kita hidup di dunia bagaikan sebuah wayang, bergerak kemana saja berbuat baik atau buruk sudah diatur oleh dalangnya yaitu Sang Maha Kuasa. Sudah sewajibnya kita di dunia ini hanyalah mencari dan mengumpulkan point-point untuk kehidupan abadi kelak yang sudah menanti kita. Tak mau mensia-siakan nikmat waktu yang sudah di beri oleh Nya, kami “Tim Kurir Relawan Hafara” kembali beraksi. Dengan mengunjungi sebuah Rumah Sakit yang berada di Jogja, lorong demi lorong kami susuri. Untuk menyampaikan Amanah dari Si orang baik.

Bertemulah kami dengan sesosok anak kecil, yang berbaring di ranjang biru Rumah Sakit. Pandangan yang hanya bisa menatap tembok rumah sakit yang hanya berwarna putih. Ialah Yuko Aisyawan, anak laki-laki yang berusia 8 tahun. Bertempat tinggal di Mbalong, Umbulharjo, Cangkringan, Sleman. Dari kejadian yang sangat sepele, jatuh dari sepeda kini Yuko harus menjalani operasi, karena bagian lambung dan pancreasnya ada kebocoran. Tak hanya itu saja di bagian usus Yuko terdapat kelainan. Kini Yuko hanya bisa berbaring saja, ingin merasakan duduk pun tak bisa. Sesekali ia tersenyum melihat kami yang sedang mengunjunginya dan menanyakan kabarnya, tapi kalau ia ingat tentang sakitnya kadang ia menangis meratapinya.

 

TEMANI YUKO UNTUK KEMBALI MENGEJAR CIT-CITANYA YANG HAMPIR PUNAH

“Ibu.. Aku ingin seperti teman-teman bermain bola, berlarian, ketawa bareng” cerita singkat dari Ibu Yuko dengan mata berkaca-kaca. Teringat anak semata wayangnya harus menjalani perawatan minum obat yang sangat pahit, merasakan tusukan jarum suntik yang sangat sakit, merasakan dinginnya ruang operasi dan berjuang untuk menjemput kesembuhannya. Kini Yuko terpaksa harus ijin sekolah sudah 1,5 bulan. Waktu demi waktu ia habiskan di ruang yang bersekat tirai biru. Setiap waktu do’a demi do’a Ibunda Yuko selalu meminta kepada Sang Pencipta untuk memberikan kesembuhan untuk Yuko. Kasih sayang sepanjang masa, selalu orangtua Yuko tunjukan, sewaktu jam makannya Yuko mereka menyiapkan dan suap demi suap Ibunda berikan kepada Yuko. Karena ketebatasan ekonomi, Yuko hanya bisa beristirahat menunggu kesembuhannya di Ruang kelas bantuan, sewaktu Yuko merasakan gerah ayunan kipas selalu di berikan oleh Ayahanda Yuko, dengan berikhtiar meminta kesembuhan Agar Yuko cepat sehat.

Tapi…

Tak hanya sampai situ saja, Yuko dan keluarganya kini di uji lagi dengan Sang Maha Pencipta. Setelah Yuko menjalani operasi di bagian lambung, pancreas, dan ususnya, setelah berjarak sudah agak lama jahitannya tak kunjung kering-kering. Dari Rumah Sakit satu di rujuk ke rumah Sakit besar yang ada di Jogja.

Giyanti, Ibunda Yuko yang selalu menemaninya. Dengan keterbatasan biaya karena Ibu Giyanti hanya seorang Ibu Rumah Tangga. Ayah Yuko yang hanya bekerja sebagai kuli srabutan, sewaktu Yuko 1,5 bulan ini di Rumah Sakit mau gak mau Ayahnya harus menemaninya dan berlibur untuk bekerja

Alhamdulillah…

Biaya perawatan dan pengobatan yang di jalani Yuko kini sudah di tanggung oleh BPJS. Untuk makannya sehari-hari Orang tua Yuko harus mengambil uang tabungan yang mau di pakai untuk biaya sekolah Yuko. MasyaAllah… sangatlah bertubi-tubi cobaan saudara kita ini

Sesekali bolehlah kamu melihat ke atas untuk memotivasi dirimu,
Tapi..
Janganlah lupa sesekali lihatlah ke bawah untuk mengetuk dirimu
Rezeki tak akan kemana, uang yang kamu berikan tak akan hilang
Buktikan saja, klik https://kitabisa.com/zakathafara

TEMANI YUKO UNTUK KEMBALI MENGEJAR CIT-CITANYA YANG HAMPIR PUNAH

 

 

Admin Pusat