27 Apr
  • By Admin Pusat
  • Cause in

TEGUH TAK INGIN PUTUS SEKOLAH

Pendidikan bukan milik mereka yang kaya. Pendidikan bukan pula milik mereka yang cerdas. Pendidikan adalah milik mereka yang mau belajar, mencari kebenaran, menemukan kekuatan dan membawa perubahan ke arah yang lebih baik.

Teguh Saputro adalah salah satu anak dampingan Panti Hafara. Ia berasal dari keluarga yang berekonomi lemah. Saat ini usianya menginjak 9 tahun. Anak berpawakan kecil nan lincah ini bersekolah di salah satu Sekolah Dasar Swasta di Yogyakarta.

Pak Muryadi, bapaknya Teguh, bekerja sebagai buruh serabutan dengan penghasilan yang tak menentu. Sedangkan Bu Atik, ibunya Teguh, tidak bekerja. Mereka ingin anaknya dapat mengenyam pendidikan sebaik mungkin. Mereka ingin anaknya mendapatkan bekal terbaik agar tangguh dalam mengarungi arus kehidupan.

Di sekolah, Teguh bukanlah sosok anak yang sangat cerdas. Ia bukan juara. Namun, ia masih mempunyai tekad untuk belajar. Ia masih mempunyai kemauan untuk menyelami samudera ilmu pengetahuan. Setiap hari ia memanggul tas berisi buku-buku pelajaran dari rumahnya menuju sekolahnya. Tubuhnya yang kecil itu seakan menyimpan tumpukan semangat yang tak mudah tumbang.

Semangat di dalam diri Teguh untuk bersekolah boleh menyala-nyala. Namun, di balik nyala semangat itu tersimpan tunggakan biaya sekolah yang menumpuk dan kondisi ekonomi orang tua yang carut marut. Dua kombinasi itu cukup ampuh untuk meredupkan semangat belajarnya.

Kuasa Tuhan selalu hadir di mana-mana. Teguh akhirnya tak perlu merisaukan tunggakan biaya sekolahnya yang menumpuk. Tumpukan nominal angka itu telah amblas. Deretan angka itu telah lunas dibayar oleh perpanjangan tangan-tangan Tuhan.

Apa yang bisa kita petik dari cerita ini? Ya, bahwa pendidikan bukan milik mereka yang kaya. Pendidikan bukan pula milik mereka yang cerdas. Pendidikan adalah milik mereka yang mau belajar. Tuhan tak akan menyia-nyiakan kemauan dan ketulusan hambanya untuk berbuat kebaikan.

TAGS: ,
Admin Pusat