11 Sep
  • By Admin Pusat
  • Cause in

TATOKU SAKSI LUKISAN MASA LALUKU

Angin membawa pasukannya untuk menggugurkan daun di pohon. Saat jatuh ditanah daun itupun akan tersenyum lebar kepada angin yang telah menjatuhkannya. Jalan berbelok – belok dari hulu ke hilir namun terus ku tapaki jalan itu. Ku buka jendela yang ada dikamar agar terlihat terang sembari ku buka hatiku agar cahaya itu masuk dalam diriku.

Akan aku raba percahan mimpi – mimpi. Kepada Sang Pemilik segalaNya ku ungkapkan cinta dan akan ku rajut kembali mimpi itu. Ku buat baju seindah mungkin menutupi tubuh gempalku ini. Bukan pelarian tapi inilah rumah ku dan aku harus kembali.

Dulu JIWA ku meriang.

“Tato ditubuh ini menjadi saksi hidup bagaimana aku berteman dengan makanan haram itu. Ku mulai dari Seragam putih, celana warna biru dongker ku kotori dengan perbuatanku. Membolos sekolah dan memakai barang haram menjadi daftar urut di kertas bergarisku. Tak sampai itu ku gambari badan gempalku ini dengan gambar – gambar sesuka hatiku dan itu akan menempel seumur hidupku.

Tak hanya itu. Setelah ku kotori seragam sekolahku dan ku gambar badan gempalku ini, perlahan – lahan hidupku tak karuan. Gelisah, tak tenang, jauh dari Tuhan namun entah inilah hidup ku mungkin yang aku anggap nyaman jika aku sudah mendapat “makanan” itu. Dan itu aku lakukan sampai kepala tiga melekat ditubuhku.

Sampai akhirnya.

Tikus terperangkap di jebakannya. Apa boleh buat aku tak bisa apa – apa. memberontak dan terlepaspun aku tak bisa. Tapi Inilah jembatan yang sudah Tuhan berikan untuk aku tampaki. Di tempat inilah hatiku mulai terbuka dan tak padam lagi. Aku mulai marah dengan makanan haram itu dan aku sangat membencinya. Ku tundukan wajah ini sambil ku buka lukisan atau daftar yang sudah ku tulis di buku bergarisku itu, “ Apa yang sudah selama ini aku perbuat di tubuh tak bersalah ini dan sudah berapa banyak orang yang ku lukai.

Ya Gusti. Menyesal hati ini. Air mata ku tumpahkan ke pipi meminta ampunan Ya Robbi. Bertaubat ! inilah jalan akhir sebelum aku kembali. Ku tutup buku bergaris itu, akan ku lukis cerita indahku dan aku gapai mimpi – mimpiku.

“ Dulu jiwaku Meriang hidup Tak karuan seperti ba…ngan!

Namun hari ini detik ini tak akan pernah ku lewatkan kesempatan yang sudah Tuhan berikan untuk aku bisa menjadi lebih baik lagi dan bermanfaat bagi banyak orang. “ Perkenankanlah Aku Alvian Jantan, “ Stop kawan jangan kau korbanan tubuhmu untuk makanan haram itu. Mari kembali dan tata hidup ini lebih baik lagi” .

“ Alvian Jantan seorang exs yang ingin kembali ke jalan Sang Illahi”.

Admin Pusat