13 Mar
  • By Admin Pusat
  • Cause in

SURGA TERINDAH ADA DI TELAPAK KAKI IBU

Tangan ini diciptakan untuk membantu sesama yang membutuhkan, kaki ini di tugaskan untuk berjalan ke hal kebaikan, fikiran ini dibuat untuk memikirkan Sahabat-sahabat agar hidup lebih menyenangkan. Yaps, kali ini Tim kurir hafara meluncur lagi ke salah satu daerah yang ada di utara pantai selatan. Lansia, lansia, dan lansia lagi yang hidup dengan ketegarannya serta mengurus anak remaja yang sakit.

Sama dengan halnya Mbah Sumardi umur 70 tahun, yang bertempat tinggal di Depok, Gilangharjo, Pandak, Bantul. Wanita tangguh ini hidup hanya  berdua di rumah sederhana. Karena sudah sejak 7 tahun yang lalu ditinggalkan oleh suaminya untuk selama-lamanya, mbah Sumardi saat ini hanya tinggal berdua dengan putri bungsunya. Miris sekali hati ini sewaktu dipersilahkan untuk masuk ke dalam rumah mbah Sumardi, ternyata dari sisi selatan dapur munculah seorang remaja perempuan dengan jalan mengelesot. Ketika di usia senja ia harus merawat anaknya yang bernama Ngatijem umur 20 tahun. Remaja perempuan yang tak berdaya untuk berjalan.

Di waktu teman sebayanya menikmati masa tua dengan kehangatan keluarga yang mengelilingi dan memperhatikan, kini berbanding terbalik dengan nasip Mbah Sumardi. Menahan sesaknya dada harus merawat putri bungsunya, yang keterbatasan gerak karena sejak kecil kaki dan tangannya sakit karena ada kelaianan tulang. Yaa, Ngatijem adalah anak kadung dari mbah Sumardi yang tidak bisa berjalan sejak dari balita. Hanya menghabiskan waktunya di rumah dengan mendengarkan musik dari sekotak radio.

Salut sekali rasanya.. dengan keterbatasan geraknya Ngatijem tetap berusaha untuk membuat hati Ibunya selalu senang, karena setiap hari ia membantu untuk menyapu, memasak, dan menahan ego agar tidak merepotkan ibunya. Hidup sederhana tanpa memikirkan kesenangan duniawi

“Bagaimanapun keadaan Ngatijem saya tetap sayang mbak, sekuat tenanga saya sehabis umur saya akan saya temani Ngatijem” ujar mbah Sumardi dengan mata berkaca-kaca

SubhanaAllah, Allahuakbar !

Memang, Kasih Ibu sepanjang masa. Tak menghiraukan badannya sakit atau pun capek yang terpenting bisa menemani anaknya. Setiap bulan satu kali Mbah Sumardi harus merepotkan sanak keluarganya untuk mengantarkannya mengambil obat di Puskesmas agar Ngatijem cepat diberikan kesembuhan. Hidup hanya berdua, makan seadanya dengan bantuan pemerintah setiap bulannya. Kalau tidak ada lauk makan ya hanya dengan nasi saja, yang terpenting bisa meneruskan hidup. Mbah Sumardi yang tak bekerja lagi, sehari-harinya hanya mengurus Ngatijem.

7 tahun yang lalu, setelah suami mbah Sumardi meninggal, wanita tangguh ini kesana kemari meminta belas kasihan dari orang-orang di pasar. Koin demi koin mbah Sumardi kumpulkan untuk membeli sesuap nasi untuk makan Ngatijem. Waktu terus berputar, hari berganti hari lama lama kemudian mbah Sumardi di kunjungi oleh petugas puskesmas setempat, dan Alhamdulillah sekarang sudah mendapatkan bantuan setiap bulannya dari pemeritah setempat. Alhamdulillah.

 

 

Ingatlah sahabat, mungkin hari ini kamu bisa tertawa dengan riang tak ada beban. Tapi pikirlah masih ada saudaramu di luar sana yang menangis, memikirkan bagaimana cara untuk bertahan hidup. Kita sebagai sesama seharusnya bisa melihat kebawah, harus mengerti dan sedikit membantu beban saudara – saudara kita yang membutuhkan. Teruslah berbenah diri menjadi orang baik, karena dengan itu kita tidak akan rugi dunia maupun akhirat. Mari terus kita sama-sama mengulurkan tangan kanan untuk mengumpulkan point-point kebaikan. Lurus dan niatkan karena Allah Ta’ala, Gabung bersama kami dengan klik https://kitabisa.com/zakathafara

 

Admin Pusat