28 Oct
  • By Admin Pusat
  • Cause in

SIMBAH REMBUN SENDIRI DALAM SENJANYA

Kalian pernahkan sepi dalam keramaian. Pernahkah sepi dalam kegelapan. Pernakah sepi dalam ketakutan. Terus apa yang kalian perbuat ? Menangiskah ? Menangis adalah kewajaran bagi kita semua. Saat kita merasa sendiri apalagi itu dalam ketakutan dan kegelapan, lakukanlah sesuatu yang yang kamu anggap itu sangat nyaman sekali untuk diri kalian sendiri.

Seperti halnya Simbah Rembun, simbah dengan usia senjanya sendiri menikmati hidupnya.

Tak ada pendamping hidup, tak ada anak – anak yang setiap hari menanyakan, “ bagaimana keadaan ibu”, sungguh itu sangat menyiksa hati simbah Rembun. Simbah yang beralamat di Ngajaran Gilangharjo pandak Bantul ini mau tak mau harus menikmati kesendiriannya. Menangis adalah cara simbah Rembun, jika beliau merasa dia sangat sendiri.

Karena dengan menangis hati simbah akan menjadi lega. “Seperti saat kami tim relawan Hafara bersilaturahmi ke rumah simbah, sungguh raut wajah simbah bahagia dan terharu. Bagaimana tidak bahagia, di rumah yang bukan asli milik simbah Rembun itu, simbah hanya ditemani dengan suara jangkrik dan pohon – pohon besar disekeliling rumah yang begitu sederhana tanpa ada jendela kayu yang menempel di rumah itu.

“Alhamdulillah, seneng rasanya mbak saya dijenguk”.

Dan dengan suara polosnya kami pun tim relawan Hafara dipeluk oleh simbah Rembun. “ terima kasih mbak masih ingat dengan saya”. Masyaallah simbah, maafkan kami yang sudah lama tak menjenguk simbah. Cuaca panas tak menyurutkan semangat kami, “ Tim Relawan Hafara”. Obrolan santai dengan simbah seakan – akan ikut menjadi.

Simbah dengan ciri khas, berbicara kesana – kemari menceritakan simbah saat muda sampai senjanya kini. Bagaimana beliau berjuang hidup dalam semua keterbatasannya dan dalam ketakutannya. Kami pun terdiam, hati kami tergerak. Apa yang sudah kami lakukan saat ini. Melihat simbah Rembun dengan segala keterbatasan mampu berjuang hidup tanpa banyak mengeluh.

Mungkin kata maluh lah yang terbesit dalam diri kami.

Malu karena dengan banyaknya nikmat yang sudah diberikan olehNya, kami masih saja mengeluh. Sahabat apa yang kita cari dalam hidup ini ? Kita dikasih 10 ribu, ingin minta 50 rb. Kita hidup dikota merindukan kebun. Musim hujan kita merindukan kemarau. Sudah libur bingung mau kemana.

Itulah kita, jika kita tak mampu besyukur atas apa yang sudah diberikan olehNya. Sahabat, kita akan terus mengeluh. Mulai sekarang ayok bersama – sama, bergandeng tangan, bersyukur atas apa yang sudah diberikan oleh kita. Dan rasa bersyukur kamu bisa kamu luangkan ke link  https://kitabisa.com/zakathafara
atau ke:
Rekening Resmi:
BRI = 664001015019539
a.n LSH Hafara

Kebaikann yang kalian beri untuk saudara kita sangat besar manfaatnya untuk mereka. Jadi jangan lelah untuk berbuat ya. Salam 3orangbaik

Admin Pusat