08 Apr
  • By Admin Pusat
  • Cause in

SEMBUHKANLAH TULANG PUNGGUNG KELUARGA KAMI YA ALLAH

Pagi yang cerah, semangat untuk bekerja, kunci satu kata di dalam hati ini “Bismillah”. Semoga tenaga ku berkah, fikiranku bisa membantu mereka. Tak di sangka-sangka hari ini waktunya untuk berbagi kebaikan di salah satu Rumah Sakit yang berada di Jogja. Lorong demi lorong kami susuri, prosedur demi prosedur kami jalani. Tak ada kata lelah di hati ini untuk menebarkan benih-benih kebaikan. Menyampaikan amanah dari Si orang baik Insya Allah akan kami sampai 100% untuk sahabat-sahabat yang membutuhkan.

Memang tak ada yang menyangka, disalah satu kamar kelas bantuan kini berbaring kakek setengah tua renta yang sedang merasakan sakitnya. Di balik korden Rumah sakit suara ayat Al-quran terdengar dengan nyaring. Ialah Mbah Pujo Suwarno, kakek setengah tua renta yang berusia 76 tahun, bertempat tinggal di Jurug Rt 01 RW 02 Giricahyo, Purwosari, Gunung Kidul. Memang takdir sudah di gariskan oleh Sang Maha Kuasa, siapa sangka setelah pulang mencari rizki. Badan sudah capek seharian terpapar panasnya terik matahari, pikiran yang selalu berjalan memikirkan bagaimana cara tanamannnya bisa panen tempat waktu dengan hasil yang baik. Sewaktu matahari ingin terbenam, Mbah Pujo bergegas untuk kembali kerumah. Dengan mengendarai motornya dengan lirih, tiba-tiba dari belakang BRAK..!!!

Mbah Pujo di tabrak oleh salah satu tetangganya, masya Allah tulang yang sudah menua kulit yang sudah banyak lipatannya kini berdarah dan harus meretak. Pada waktu itu juga Mbah Pujo tak sadarkan diri, sesampai di rumah sakit yang berada di wonosari, Mbah Pujo langsung di rujuk ke rumah sakit yang berada di Jogja, karena peralatan yang berada di Rumah Sakit Wonosari kurang memadai. Roda ambulans yang selalu berputar kencang, suara sirene yang merdu telah mencarikan jalan agar Mbah Pujo cepat sampai di salah satu Rumah Sakit Jogja. “Lantunan demi lantunan doa kami panjatkan di setiap detiknya” Ujar Ibu Wajinem Anak pertama dari Mbah Pujo

Di usia rentanya kini Mbah Pujo harus mengalami pengalaman pahit. Simbah mengalami ujian yaitu kecelakaan di jalan ketika dari sawah akan pulang menuju ke rumahnya, keadaan simbah saat ini ada gumpalan darah diselaput bagian luarnya. Mbah Pujo saat ini sedang menjalin pengobatan di salah satu Rumah Sakit Jogja. Mbah Pujo adalah tulang punggung keluarga, dari penghasilannya taninya ia harus menghidupi seorang Istri yang berada di rumah, karena istrinya sudah tak bisa bekerja lagi. Anak Mbah Pujo kini sudah mempunyai keluarga kecil. Ia memiliki 3 orang anak. Salah satunya Bu Takijem yang penuh kasih sayang merawat dan menemani Mbah Pujo mengejar sembuhnya.

Alhamdulillah..

Biaya selama pengobatan dan perawat Mbah Pujo di Ruma Sakit ini di tanggung oleh KIS. Tetapi untuk kehidupan sehari-harinya sementara mengandalkan sedikit tabungan yang sudah di kumpulkan Mbah Pujo sejak beberapa bulan lalu

Saya peduli dengan mereka..

Bagaimana dengan kamu ?

Gunakanlah hatimu, jangan egomu hanya untuk memenuhi keindahan dunia, mari kumpulkan tenaga dan fikiran kita untuk dunia dan akhirat kita nanti. Ingatlah kehidupan di dunia ini hanyalah sementara, masih ada kehidupan abadi yang menanti kita. Mari kumpulkan point-point terbaikmu dan tebar benih – benih kebaikan bersama memburu kebaikan untuk sesama yang membutuhkan bersama kami klik  htttps://kitabisa.com/zakathafara. Lihat berapa banyak orang yang terseyum dengan uluran tangan kita.

Admin Pusat