28 Apr
  • By Admin Pusat
  • Cause in

SARATNYA SIMBOL DALAM SEBUAH NASI KOTAK

Hari Jumat selalu menjadi incaran orang yang taat beribadah. Hari spesial untuk umat muslim itu dihiasi oleh amal baik dengan tujuan mendapat ridho Allah Subhanallahu wa Ta’ala. Tak terkecuali keluarga Hafara.

Keluarga Hafara punya laku unik tiap Jumat pagi. Mereka berbagi nasi kepada para Dhuafa.Simak saja aksi Sariyem, Anik, beserta Lasiyem. Ketiganya ditemani oleh Pak Amin dan Pak Sukamdi. Lokasi berbagi kali ini adalah Jalan Tentara Pelajar, Kyai Mojo, dan Pasar Kembang.

Dari yang awalnya asing, kini kelimanya tampak kompak melancarkan aksi berbagi. Sariyem, Anik, dan Lasiyem begitu cekatan berkeliling mencari saudara-saudara yang belum sarapan. Pak Amin dan Pak Sukamdi juga awas memperhatikan keadaan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

“Bikin seneng banget ikutan bagi-bagi nasi. Apalagi kalau melihat senyum orang yang dikasih,” kata Sariyem pada Pak Sukamdi.

“Kalau buat aku sih senang karena bisa berbagi sekalian piknik,” tambah Anik.

“Pokoknya mantap!”, timpal Lasiyem sembari bergaya membenarkan kaca matanya.

Berbagi nasi kotak bukanlah kegiatan biasa. Kegiatan ini punya makna spesial. Layaknya sebuah awal, nasi kotak adalah menu sarapan agar para dhuafa dapat menjalani hari Jumat dengan penuh energi. Energi untuk mengawali hari, mencari rezeki, dan membahagiakan keluarga. Bukankah mengais rezeki untuk menghidupi keluarga adalah salah satu jalan jihad?

وَمَا سَبِيلُ اللَّهِ إِلا مَنْ قُتِلَ ؟ مَنْ سَعَى عَلَى وَالِدَيْهِ فَفِي سَبِيلِ اللَّهِ، ومن سعى على عياله ففي سبيل الله، وَمَنْ سَعَى مكاثِرًا فَفِي سَبِيلِ الطَّاغُوتِ.
“Memangnya jihad di jalan Allah itu hanya yang terbunuh (dalam perang) saja? Siapa yang bekerja untuk menghidupi orang tuanya maka dia di jalan Allah, siapa yang berkerja menghidupi keluarganya maka dia di jalan Allah, tapi siapa yang bekerja untuk bermewah-mewahan (memperbanyak harta) maka dia di jalan thaghut.” (HR Thabrani)

Nasi kotak pun menjadi simbol kesetiakawanan. Betapa kita menjadi manusia harus membumi dan mesti ikut berpartisipasi bersama masyarakat. Kita tidak bisa membiarkan saudara-saudara muslim yang kesusahan, menderita sendirian. Meskipun hanya bisa memberi sarapan, namun keikhlasan ketika memberikannya adalah bukti

Nasi kotak adalah simbol harapan juga kesetiakawanan. Nasi kotak dinikmati bersama para sahabat yang mengais rejeki. Hafara membagikan nasi kotak tanpa memperdulikan status sosial. Asal penerima nasi kotak nampak membutuhkan, ia berhak menerima tanpa tapi. Meskipun bagi beberapa orang nasi kotak terlihat sepele, namun makna yang tersimpan di dalamnya begitu besar.

Admin Pusat