26 Apr
  • By Admin Pusat
  • Cause in

ROHMIYATUN, TUNA DAKSA YANG MENGHENDAKI KEMANDIRIAN

Dipandu Mbak Ika, salah satu TKSK kabupaten Gunungkidul, Tim Relawan Hafara akhirnya sampai di Dusun Siyono C Petir Rongkop. Begitu “Mobil Patah Hati” berwarna abu-abu itu berhenti, kami segera mengayunkan kaki menuju sebuah rumah berwarna merah jambu. Rumah itu dihuni oleh keluarga petani kecil: Pak Parimin, Bu Suparsih dan anaknya, Rohmiyatun, seorang tuna daksa.

Rohmiyatun saat itu terlihat duduk di kursi ruang tamunya. Ia mengenakan kaos berwarna kuning. Kakinya yang kecil terlihat lunglai jika digunakan untuk berjalan. Postur tubuhnya terlihat agak bungkuk.

Awalnya Rohmiyatun lahir normal seperti bayi lainnya. Ia tumbuh menjadi sosok anak yang ceria. Namun, keceriaan itu luntur dengan cepat ketika ia menginjak kelas 3 SMP. Saat itu, tiba-tiba ia mengalami sakit punggung yang sangat hebat. Punggungnya membungkuk dan terasa kaku. Postur tubuhnya berubah dengan cepat.

Semenjak kejadian itu, Rohmiyatun berubah menjadi anak yang pemalu. Ia tak mau melanjutkan sekolah karena postur tubuhnya terlihat membungkuk. Ia mungkin merasa minder kepada teman-temannya. Sejak saat itu pula kerentanan perempuan kelahiran Gunungkidul itu menumpuk berlipat-lipat.

Usia Rohmiyatun kini hampir menginjak 27 tahun. Meski masih sedikit malu-malu, Rohmiyatun saat itu nampak tegar. Senyumnya yang lebar seakan meluapkan rasa optimis dari dalam dirinya. Kondisi tubuhnya yang lemah sangat mudah untuk dijadikan alasan untuk menyerah. Namun, Rohmiyatun memilih jalan lain. Ia memilih bangkit. Di tengah-tengah keterbatasannya, ia tetap semangat menekuni aktivitas produktif, membuat kerajinan tangan tas lawe.

“Nggih Alhamdulillah lebih baik. Dhenok sekarang sudah bisa bikin kerajinan tangan. Bikin tas dari lawe itu lho” kata Bu Suparsih sembari tersenyum ramah.

Hidup terkadang dibentuk dari sekian proses yang tak mengenakkan. Namun, semua itu harus dilalui agar dapat sampai di titik kebaikan seperti yang telah direncanakan Tuhan. Kita harus belajar banyak pada ikhtiar kebangkitan diri Rohmiyatun. Di tengah himpitan permasalahan, ia masih mampu bangkit dan berupaya memotong rantai kerentanan yang menjalari dirinya. Semoga Rohmiyatun mendapatkan kekuatan dari Tuhan agar tetap tegar menjalani hari-harinya. Semoga laku Rohmiyatun ini dapat menjadi inspirasi bagi kita.

Admin Pusat