28 Dec
  • By Admin Pusat
  • Cause in

OH ANAKKU SAYANG

Mendung dengan setia menampakan hitamnya. Semangat kami pun dengan setia ada dalam tubuh kita. Dengan menenteng tas kami Kurir Pelayan, berjalan melewati jalan yang terkadang tanah becek  tak dihiraukan.

Allahu akbar Allahu akbar Laillahaillah

Suara adzan dari seorang muadzin terdengar jelas, kami Kurir Pelayan tiba dirumah Simbah Sumardi yang begitu kuat merawat seorang putrinya yang mengalami disabilitas. Simbah yang mempunyai ciri khas jika beliau dipanggil ini selalu mengatakan, “ kulo”. Simbah dengan keramahan yang begitu luar biasanya dan simbah yang setiap hari bahagia karena kesederhanaan yang membuatnya tak lupa untuk bersyukur.

Assalamualaikum mbah, wa’alaikum salam. Bagaimana keadaan simbah, “ ya begini saja mbak. Alhamdulillah mbak tetap saya syukuri. Rambut putih dan suara nafas yang terdengar sangat jelas menandakan simbah sangat mersakan kelelahan. Bagiamana tidak, simbah dengan tenaga yang seadannya harus mengurus dan merawat anaknya yang mengalami disabilitas sendiri.

Saat kami bersilaturahmi ke tempat simbah Sumardi, lagi, lagi dan lagi simbah Sumardi dengan gaya bicara beliau yang khas menceritakan kondisi anaknya yang bernama Paijem.

Saat kami datang kondisi sang anak mengalami demam. Beliau juga bercerita kalau anaknya sudah beberapa hari ini tidak mau makan. Kondisi tersebut membuat hati simbah Sumardi sangat cemas tak tenang memikirkan sang buah hati tercinta. Sangat jelas sekali keadaan putri simbah Umar yang terlihat kurus, lemas tak berdaya. Meskipun keadaannya seperti itu mbak Paijem terlihat senang ketika ada orang lain bertamu dirumahnya.

Ya seringkali mbak Paijem memberikan senyuman itu kepada kami. Simbah Sumardi hanya tinggal berdua dirumah, simbah memiliki beberapa anak. Namun sang anak sudah berkeluarga dan mengikuti suaminya. Hidup sang anak pun tak berbeda dengan simbah Sumardi. Maka dari itu simbah tak mau merepotkan anak – anaknya. Hidup dengan seadaanya dan menerima apa yang sudah ditakdirkan untuknya.

Sahabat, apakah kita dengan santai mengacuhkan simbah Sumardi dan anaknya berjuang hidup.

Apakah kita dengan santainya membiarkan dan tak peduli dengan saudara kita dhuafa yang membutuhkan uluran tangan kita. Kita perlu tahu sahabat, hidup hanya sekali apakah kita dengan gampang akan menyiaka – nyiakan hidup ini. Ayok mulai dari saat ini perbaiki diri dengan kita bertaubat dan selalu mendekatkan diri kita kepada Sang Iilahhi. Peduli dengan saudara kita dan terus selalu belajar memanusiakan manusia bersama kami klik https://kitabisa.com/campaign/zakathafara. Jangan lelah berbuat baik ya sahabat.

Admin Pusat