01 Nov
  • By Admin Pusat
  • Cause in

NIKMAT SAKIT INI AKU SYUKURI

Nikmat adalah Suatu Pemberian dari Allah Ta’ala yang diberikan oleh hambanya, baik itu nikmat yang membahagiakan maupun nikmat yang begitu menyedihkan.  Yah, sepantasnya kita sebagai hamba yang taat, bagaimana kita menghadapinya dan menjalaninya. Kesabaran, berikhtiar serta berserah dirilah saat nikmat sakit itu kita terima. Bukan malah kita berputus asa dan menyalahkan Sang Maha Kuasa.

Seperti yang dialami Simbah Kliyem ini.

Akrab dengan panggilan mbah Kliyem, simbah sangat menerima dengan ikhlas diusia senjanya diberi nikmat sakit oleh Sang Maha Kuasa. Sedih memang, tetapi harus bagaimana lagi simbah tidak boleh berputus asa. Di usia senja mbah Kliyem harus mau tak mau menerima sakit. Bengkak di kedua kakinya, sesak nafas, serta dada sebelah kiri terasa nyeri, simbah Kliyem divonis oleh dokter yaitu CHF (Congestive Heart Failure) atau yang dikenal oleh orang awam sebagai penyakit Jantung.

Mbah Kliyem setiap bulan harus kontrol rutin di dokter penyakit dalam.

Alhamdulillah dengan kebaikan dari orang – orang baik disekelilingnya. Simbah sangat tenang, karena berkat uluran tangan dari orang baik, simbah dengan tenang menjalani pengobatannya. Mulai dari beliau ke rumah sakit dan kebutuhan dasar simbah terpenuhi berkat tangan – tangan orang baik. Saat kami, “Kurir Hafara bersilaturahmi ke rumah simbah Kliyem”, simbah bercerita. “ saya ini habis jatuh mbak”, tangan sebelah kanan mengalami retak dan harus di gibs”.

Masyaallah simbah. Tetapi ini sudah mulai baik kok mbak. Alhamdulillah simbah kalau seperti itu. Simbah Kliyem hidup dirumah yang sangat sederhana. Meskipun mempunyai anak. Simbah hidup sendiri di rumah itu. Sangat beruntung sekali karena simbah mempunyai anak yang begitu perhatian meskipun tak satu atap rumah. Setiap hari sang anak memberikan makanan untuk simbah dan perhatian yang begitu luar biasa.

Sangat bersyukur, kata simbah inilah nikmat yang begitu luar biasa. Meskipun simbah sekarang sedang diuji dengan nikmat sakit, perhatian dari anaknya lah yang membuat simbah semangat dalam hidupnya. Karena inilah kebahagiaan sesungguhnya dikala usia suda senja. Bukan materi yang simbah inginkan namun kehangatan dan perhatian dari anak – anaklah yang beliau harapkan dan inginkan.

Masyaallah, apakah kalian masih mengeluh dengan nikmat yang sudah diberikan olehNya untuk kita. Belajar dari seorang simbah dengan begitu semangatnya menjalani hidup meskipun beliau diuji dengan sakit yang begitu melelahkan. Sahabat bersama, bergandeng tangan, temani simbah – simbah diluar sana yang sedang berjuang hidup. Bersama kami klik https://kitabisa.com/zakathafara.  Cinta dan kasih sayang kalian serta uluran tangan kalian berarti besar untuk mereka. Salam orangbaik

Admin Pusat