26 Feb
  • By Admin Pusat
  • Cause in

MEREKA YANG TERUSIR TERSEOK SEOK HIJRAH MENUJU BUKIT WELAS ASIH BARU

Kepiluan yang luar biasa terasa menjerat ulu hati para relawan dan pasien Panti Hafara. Para relawan harus mengambil nafas lebih dalam agar tetap tegar menapaki jalan perjuangannya. Para pasien terlihat bingung, sedih, muram dan pasrah. Semua itu karena hari perpindahan Panti Hafara menuju Gambiran RT. 11 Blawong 2 Trimulyo Jetis Bantul semakin dekat. Panti Hafara harus pindah lokasi karena kontrak atas tanah kas desa sudah habis dan tak bisa diperpanjang lagi.

Air mata menetes dan mengalir lebih kerap di panti tatkala hari perpindahan merayap semakin dekat. Udara pagi, siang maupun malam terasa menyesakkan dada. Sayatan sembilu terlalu ringan untuk menggambarkan betapa pedihnya hati relawan dan pasien saat melihat bangunan panti perlahan menjadi puing. Para relawan dan pasien mengalami perjalanan batin yang tak ternilai di panti yang telah bertahun-tahun berdiri itu. Perjalanan batin itu bergerak luwes mengisi setiap ruang dan sudut-sudut panti. Kini, para relawan dan pasien harus mengakhiri laku di ruang itu karena secuil bumi yang sudah ditata apik melalui permenungan-permenungan batin tak bisa lagi ditempati.

Deru mobil yang mengangkut atap dan kayu-kayu bongkaran bangunan Panti Hafara terdengar sangat menyesakkan batin para relawan dan pasien. Suasana pembongkaran bangunan panti adalah pemandangan yang melunglaikan sendi-sendi pikiran. Aroma udara saat pembongkaran bangunan panti terasa sangat keruh di dada. “Pak Chabib, kalau panti ini digusur kita-kita ini mau tinggal di manaaa…?” tanya Meiwa, salah satu pasien Panti Hafara, kepada salah satu relawan di sebuah senja yang gerimis. “Kita akan pindah ke Blawong. Kita pindah daerah perbukitan.” Jawab Pak Chabib dengan raut muka yang berusaha menenangkan. “Pantinya sudah jadi, Pak?” lanjut Meiwa. “Belum. Belum jadi sepenuhnya, Meiwa. Masih ada beberapa bagian yang belum dibangun.” Jawab Pak Chabib. “Yahhhhh….. Nanti Meiwa dan temen-temen gimana donggg?” tanya Meiwa dengan suara parau karena tangis yang meledak tiba-tiba.

“Jangan khawatir. Kita terus percaya saja pada kuasa Tuhan. Tuhan Maha Pemurah. Tuhan Maha Penyayang. Tuhan pasti tahu yang terbaik bagi hambanya, Meiwa.” kata Pak Chabib mencoba menenangkan Meiwa yang semakin menangis tak karuan.

Sahabat, kita tahu, berpindah rumah bukanlah hal yang mudah dan menyenangkan. Kepiluan dan kepedihan yang mendalam terasa lebih sering mengakrabi suasana itu. Panti Hafara yang sudah menjadi rumah sederhana nan hangat bagi para pasien maupun para relawan kini harus dibongkar. Sedangkan bangunan panti yang terletak di Gambiran RT. 11 Blawong 2 Trimulyo Jetis Bantul belum jadi seluruhnya. Bukit welas asih yang baru itu masih membutuhkan banyak sentuhan perpanjangan tangan-tangan Tuhan.

Sahabat, janganlah lelah berbuat kebaikan, janganlah lelah membantu sesama, janganlah menyangsikan janji Tuhan Yang Maha Kuasa. Marilah berlomba-lomba membantu meringankan beban mereka. Yakinlah bahwa setiap kebaikan tidak akan menguap sia-sia. Jangan diam, Sahabat. Mereka butuh uluran tanganmu…

“Sesungguhnya sedekahnya orang muslim itu dapat menambah umurnya, dapat mencegah kematian yang buruk (su’ul khotimah), Allah akan menghilangkan darinya sifat sombong, kefakiran dan sifat bangga pada diri sendiri“. (HR. Thabrani).(DS)

TAGS: ,
Admin Pusat