29 Nov
  • By Admin Pusat
  • Cause in

MENERJANG RINTIK HUJAN, RELAWAN HAFARA MENGUNJUNGI JANDA YANG SEDANG BERDUKA

Wiji Rahayu, tinggal di sebuah rumah yang cukup sempit bersama kedua anaknya yang masih kecil-kecil. Empat bulan yang lalu suaminya meninggal karena tumor yang bersarang di kepalanya. Kondisi ini tak pernah disangka sebelumnya. Almahrum suaminya yang dahulu bekerja sebagai cleaning service di salah satu kampus Yogyakarta tak pernah mengeluhkan sakitnya.

“Waktu itu tau-tau pusing tapi ndak sembuh-sembuh. Lantas saya bawa ke puskesmas. Dari puskesmas terus dirujuk ke RSUD karena harus pemeriksaan lebih rinci. Ternyata dicek ada tumor di otak. Terus dirujuk ke RSUP.” Kata Bu Wiji.

Saat dokter menyarankan operasi, rasa bimbang muncul di benak Bu Wiji. Terbayang waktu pemulihan yang cukup lama dan biaya operasional yang harus mereka tanggung, belum juga ditambah waktu yang tak dapat ia bagi untuk anaknya yang akan menempuh ujian sekolah.

“Sudah bingung itu, bu. Terus saya tanya ke bapaknya, akhirnya ya dilakukan rawat jalan dulu saja.” Lanjut perempuan 44 tahun itu dengan mata yang sudah berkaca-kaca.

Teringat dalam ingatannya, betapa menderitanya sang suami di hari-hari terakhirnya. Sakit tumor otak itu membuat tubuh suaminya menjadi lumpuh, hingga akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya. Kini Bu Wiji harus berjuang menghidupi kedua anaknya yang masih sekolah. Setiap pagi ia membantu tetangga berjualan sarapan, dan siang ia gunakan waktunya untuk menjadi buruh cuci agar anaknya dapat terus tumbuh dan tetap mendapatkan pendidikan di bangku sekolah.

Terima kasih sahabat, sedekahmu telah tersalurkan. Yuk terus bantu saudara-saudara kita yang membutuhkan!

Admin Pusat