09 Sep
  • By Admin Pusat
  • Cause in

Kisah dibalik Mantan Preman Jalanan

Hijrah adalah jalan kembali setiap insan yang ingin kembali lagi menata hidupnya agar lebih baik lagi.

Laudia Cynthia Bella. Seorang selebriti yang pernah menjadi salah satu personil di grup musik ’BBB’ dimana pernah hitz pada masanya. Dia bertekad untuk berhijrah meskipun seketika itu langsung menjadi buah bibir orang-orang disekitarnya.

Kartika putri. Artis yang selalu tampil seksi di hadapan publik yang akhirnya memutuskan untuk berhijrah dan menikah dengan seorang Habib Usman Bin Yahya. Roni Bodax. Si preman yang penuh tato disekujur tubuhnya termasuk bola matanya, yang akhirnya hijrah dan bertobat lalu memutuskan untuk menjadi seorang pendakwah.

Mereka membuktikan ke kita semua bahwa orang baik tidak selalu berasal dari latar belakang dan masa lalu yang baik. Justru masa lalu buruk dan kelam lah yang mengajarkan banyak hal dan pelajaran untuk dapat memperbaiki dirinya di masa depan. Dan mereka yang memutuskan untuk berhijrah dan kembali kejalan Allah selalu mempunyai kisah dan makna tersendiri disetiap lembarannya.

Chabib Wibowo. Orang dengan background hidup yang buruk dan keras.

Setiap harinya berkeliaran di jalanan, emperan Malioboro Yogyakarta salah satunya. Tiada hari yang beliau lewati tanpa minum-minuman keras, berkelahi, dan memperbudak anak buahnya. Main tangan selalu dilakukannya ketika ada orang yang berani membantah dan tidak mau menuruti kemauannya. Bahkan akan membuat setiap orang takut ketika melihat dan berpapasan dengannya. Yaa, ’Preman Jalanan’ lah yang sering digunakan masyarakat sekitar, dalam menjulukinya.

Namun siapa sangka hidayah besar datang menyirami hati nuraninya. Dan mukjizat doa seorang ibu itu nyata terasa. Berkat kasih sayang yang tiada henti dari sang Ibu dan atas izinNya. Beliau akhirnya bertekad memutuskan untuk meninggalkan semua kehidupan masa lalunya dan kembali ke jalan Allah. Perjalanan Beliau dalam memperbaiki dirinya tidak semudah membalikkan telapak tangan. Banyak sekali cibiran dan cemoohan dari orang-orang disekitarnya. Dan hampir disetiap sudut tempat Beliau menjadi bahan buah bibir warga. Namun, Beliau tetap istiqomah, tegak berdiri didalam ikhtiarnya.

inilah yang selalu menjadi pemicu semangat serta kekuatan Beliau menjalani semuanya.

Bib, kalau jadi ‘Orang’, Jangan lupa dengan orang-orang yang tidak beruntung. Bantu mereka, memanusiakan manusia, karena sedikit uluran tanganmu sangat berarti besar bagi mereka, Berbuat baik untuk menyenangkan hati sesama manusia”. Dan sampai akhirnya kasih sayang yang tulus besar dari sang Ibu, mampu menantarkan Beliau sampai ketanah suci Makkah. Sedih, tak menyangka dan seolah tak percaya. Merinding dan hancur. Perasaan itulah yang berputar-putar di hati kecil Beliau ketika dirinya berdiri disana memakai selembar kain Ihram yang menutupi sekujur badannya.

Hanya kebesaran Allah lah yang selalu Beliau agungkan. Semua kenangan masa lalunya datang menghampiri fikirannya. Semua perbuatan-perbuatan buruk yang pernah Beliau lakukan di masa lalu selalu menggeliat dan tidak mau pergi dari ingatannya. “Banyak dosa yang telah saya lakukan kepada Ibu saya, kepada keluarga saya..”. Ungkap beliau dengan air mata yang bercucuran.

Menangis, menyesali semua perbuatannya.

Hanya itulah yang bisa Beliau lakukan ditengah-tengah tanah suci itu. Dan Beliau sadar ada tanggungjawab cukup berat yang harus dipikul dipundaknya. Membantu anak-anak dan kawan-kawannya mentas dari permasalahan sosial. Tanggung jawab itulah yang harus Beliau emban dengan penuh tenaga dan sepenuh jiwanya. Dan doa Beliau di tanah suci bisa mendirikan sebuah Pondok Sosial Terpadu Kampung ramah jiwa.

Ya, awal mulanya Beliau menggunakan bangunan sitaan bank untuk membangun sebuah Rumah Singgah sebagai tempat para dampingan (orang-orang yang Beliau ajak tinggal bersama). Melihat jumlah dampingan yang semakin hari semakin meningkat. Akhirnya, Beliau mengambil keputusan untuk menggadaikan satu-satunya sertifikat rumah ibunya. Beliau gunakan untuk membangun tempat di tanah kas desa yang lebih luas lagi.Sampai akhirnya tanah kas desa yang di gunakan untuk merawat dhuafa terlantar tidak bisa di perpanjang kontrakannya.

Dengan berjalannya waktu, atas izin dan ridhoNya serta lingkungan #orangbaik disekitarnya, Beliau bisa mendapat amanah tanah di gambiran blawong 2 triimulyo jetis bantul.Tempat itu menjadi sebuah tempat sosial yang orang mengenalnya dengan “Pondok Terpadu Hafara”.

Begitulah kisah hidup yang dialami seorang Chabib Wibowo.

Dengan segala cerita buruk dimasa lalunya, Beliau mampu mengambil hikmah besar dari semua itu. Beliau berjuang sekuat tenaga hanya satu yang ingin Beliau raih, yaitu belajar memanusiakan manusia dan memuliakan hidup mereka para dhuafa terlantar.“Pondok Terpadu Hafara ini bukanlah milik saya, tetapi ini hanyalah amanah dari Sang Kuasa untuk diberikan kepada dhuafa terlantar dari hati yang ingin selalu berjuang Memanusiakan Manusia.” Ungkap seorang Chabib Wibowo.

Kawan, kebayang nggak ?

Seorang mantan preman jalanan yang selalu ditakuti setiap orang. Sekarang justru berbanding terbalik dan menjadi orang yang namanya harum dikalangan masyarakat berkat usahanya untuk selalu belajar memanusiakan manusia. Masyaallah, Maha Besar Engkau yaAllah yang telah membolak-balikan hati setiap hambaMu. Dan tidak ada hal yang tidak mungkin jika Engkau sudah berkehendak. Engkau pun tak enggan untuk memberikan hadiah dan pertolongan yang sangat luar biasa bagi hamba-hambamu yang selalu berikhtiar dijalanMu.

Kawan, Semoga dengan kisah Beliau (Chabib Wibowo) bisa menyadarkan kita dan membuka hati
Nurani kita untuk selalu, Peduli dengan sesama. Berbagi ke mereka, orang-orang terpinggirkan yang membutuhkan uluran tangan. Dan selalu belajar dan belajar memanusiakan manusia.

Mari bergerak bersama kami https://kitabisa.com/campaign/zakathafara

Atau sampaikan cinta dan kasih sayang terbaikmu melalui:
BRI:664001015019539
An Lsh Hafara

Wa:081392325553

Mencari yang Allah Ridho dan usaha untuk memperbaiki diri.

Admin Pusat