31 May
  • By Admin Pusat
  • Cause in

IKTERIK YANG MENJADI SAHABATKU SEJAK KECIL..

Bayi kecil yang selalu di gendong oleh bidadari tak bersayapnya, Ialah Avrilia bayi berumur 1 tahun, yang bertempat tinggal di Banyumas, Jawa Tengah. Di Kota Jogja, kota yang terkenal dengan ke eksotisannya, pariwisatanya, dan kulinernya. Tapi tidak, Avrilia pergi ke Jogja tidak untuk menikmati kesenangan kota Jogja, tak ingin berpiknik-piknik, tak ingin menikmati wisata Jogja. Ya, Avrilia jauh-jauh ke Jogja untuk mengejar sembuhnya. Seluruh tubuh yang berwarna kuning, mata yang cembung. Seakan menandakan lelah merasakan Nikmat sakit yang di berikan oleh Nya.

Di umur yang sangat muda ini ia harus merasakan ganasnya tumor yang mengidap di tubuhnya. Seakan rumah sakitlah yang menjadi tempat ternyaman untuk dia. Bagaimana tidak ??

Setiap bulan bersinggah ke Rumah Sakit, karena tumor yang mengidap di tubuh Avrilia belum bisa di angkat. Sehingga membuat dirinya kesakitan. Tangisanlah yang setiap hari di dengar oleh Ibu Avrilia.

“Kalau sakitnya Avrilia bisa di pindah, sudah saya pindahkan ke tubuh saya mbak” kata Ibu Avria dengan berkaca-kaca memikirkan nasip kesembuhan anaknya

Dan..

Pada suatu hari Avrilia menangis beberapa hari berturut-turut tak bisa buang air besar, dan tak bisa buang air kecil. Perut yang pertama-tamanya normal, berubah menjadi kembung dan membesar. Pada saat itu juga Ibu Avrilia membawa ke Rumah Sakit terdekat, dan akhirnya harus di operasi. Tetapi setelah di operasi, tubuh Avrilia berubah menjadi kuning. Muka sampai telapak kaki semua berwarna kuning, bibir yang semula merah berubah menjadi pucat.

Astagfirulloh..

Tak sampai di situ sakit yang di derita dek Avrilia, karena ada juga infeksi usus di dalam perut. Mengakibatkan Avrilia harus di rujuk ke salah satu Rumah sakit besar yang ada di Jogja. Ya, selama 1 bulan ini Avrilia menjalani operasi perut sejumlah 3 kali. Badan yang semakin mengicil, karena berat badannya semakin bertambah hari semakin menurun. Obat yang seharusnya di masukan lewat suntikan, kini tak bisa lagi. Karena kulit Avrilia sudah terlalu lemah, sehingga tubuh yang mungil itu harus di masukan suatu alat untuk memasukan antibiotik. Tubuh seseorang bagaikan robot, tanpa alat tak bisa berjalan.

Doa dan ikhtiar yang selalu Ibunda Avrilia panjatkan, meminta kesembuhan untuk anak tercinta kepada Sang Maha Kuasa. Memang benar kasih Ibu sepanjang masa, waktu demi waktu beliau tak mau meninggalkan kemajuan kesembuhan anaknya. Setiap hari Ibunda Avrilia menemani, menghaluskan bubur, dan membuatkan minum susu untuk Avrilia. Ayah.. yang hanya bekerja serabutan kini harus berhenti tak bekerja lagi. Demi sang buah hati, untuk mengejar sembuhnya. Hidup di jogja tanpa keluarga, makan seadanya dari uang tabungan untuk sekolah kakaknya Avrilia.

Ya Allah..

Miris sedih, melihat dan mendengar cerita Ibu Avrilia

Masihkah hatimu belum terketuk untuk membantunya ??

Ia adalah saudaramu, saudara kita semua

Sudah kewajibannya kita sebagai umat harus saling membantunya

Yuk, kumpulkan pointmu untuk membangun Istanamu di kehidupan kelak

Dengan klik https://kitabisa.com/zakathafara

Admin Pusat