07 Aug
  • By Admin Pusat
  • Cause in

IBU SAYANG KAMU ALVI

Timang – timang anakku sayang.
Jangan menangis ibu disini.
Tahukah kalian dengan lirik ini ?

Atau dengan lirik lagu Kasih ibu kepada beta, tak terhingga sepanjang masa, hanya memberi tak harap kembali, bagai sang surya menyinari dunia. Lagu yang sangat mencontohkan bagaimana seorang ibu merawat anaknya.

Apakah kalian sangat mengasihi ibu mu ? Jangan buat ibu menangis, karena Surga kita adalah ditelapak kaki ibu. Ibu yang selalu merawat kita 24 jam tanpa mengeluh sedikitpun.
Seperti halnya Ibu kuat ini yang memiliki anak Hidrosefalus.

Memiliki buah hati adalah hal yang menyenangkan karena itu adalah anugerah terindah yang sudah diberikan oleh Tuhan untuk setiap orang tua. Mempunyai anak kembar adalah rezeki yang begitu luar biasa.

Bagaimana tidak bahagia ?

Anak kembar, Masyallah. Namun kebahagiaan itu hanya sedikit singgap di kedua orang tua Alvi.

Ya Alvi didiagnosa mengalami Hidrosefalus sejak lahir, “kata Sang Ibu.

Hancur….

Remuk…

Tak terima….

Dalam hati seorang ibu yang tak mau melihat anaknya, mengalami kesakitan.
“Lha gimana mbak, mungil sekali waktu itu, Tak tega melihat dia menangis apalagi harus menjalani serangkaian pengecekan pada tubuhnya. Ingin rasanya aku menggantikan .

Alvi ini sangat kuat mbak, semangatnya memberikan suntikan semangat pula untuk saya. Bolak balik ke rumah sakitpun tubuhnya sangat kuat.

Alhamdulillah…

Ya, meskipun harus bolak – balik ke rumah sakit dan itu harus membutuhkan biaya yang menurut kami itu sangatlah banyak, Masyallah, Allah begitu adil mbak ! Alvi dikelililngi oleh orang baik, yang mau mengulurkan tangannya untuk membantu Alvi.

“Ayah Alvi adalah seorang pedagang bakso keliling mbak, yang berjualan di sekolah – sekolah. Meskipun sedikit tetapi Alhamdulillah rezeki itu pasti datang mbak, meskipun hanya untuk kebutuhan sehari – hari kurang. Tetapi kami sngatlah senang mbak dan bersyukur.

—–
Inilah hidup kawan. Hidup yang terkadang terbalik. Yang kaya semakin kaya, yang miskin semakin miskin. Yang menderita semakin menderita, yang bahagia semakin bahagia.

Tetapi Apakah akan seperti itu ?

Bukankah kita diciptakan untuk saling membantu.

Simbiosis mutualisme !

Yang harus saling menguntungkan ? apakah kita sebagai sesame akan berdiam saja melihat saudara kita sedang berjuang untuk sembuhnya. Adik kita Alvi pejuang Hidrosefalus dengan tubuh kecilnya sudah menggendong beban yang sungguh luar biasa. Apakah hati kita tak terketuk untuk meringankan beban adik kita sedikitpun.

Jangan menjadi orang yang serakah didunia, Dunia ini hanya sementara, akhirat ini selamanya, Mari bersama – sama temani saudara – saudara kita dalam menjemput sembuhnya seperti adik kita Alvi, yang harus kita temani bersama kami klik https://kitabisa.com/zakathafara.

 

 

Admin Pusat