22 Apr
  • By Admin Pusat
  • Cause in

HIDUPKU HANYALAH DI RANJANG SEDERHANA

Laki-laki tua renta, hidup dengan kesendiriannya, di sekotak ranjang ia menghabiskan waktu setiap harinya. Ialah Mbah Loso, Simbah yang berambut putih, kulit yang sudah banyak lipatan, pendengaran yang sudah berkurang seakan membuktikan usianya sudah tak muda lagi. Di sekotak ranjang ini, beliau menghabiskan sisa umurnya. Tak ada yang menemani, apalagi mendampinginya karena Istri yang Ia cintai sudah meninggalkannya untuk selama-lamanya. Anak yang sudah hidup besar, dan mempunyai keluarga. Sesekali beliau di tengok, untuk melepas rindu anak kepada bapak.

Rumah yang sangat sederhana, berubin tanah, berdinding bata, seakan sudah menjadi Istana untuk Mbah Loso.  Tak ada satupun alat elektronik yang terpampang di rumahnya, hanya suara katak dan jangkrik yang menjadi penghibur Mbah Loso pada malam hari. Makan seadanya, karena Simbah sudah tak bisa beraktifitas beliau hanya mengandalkan uluran tangan dari tetangganya. Ya, Mbah Loso saat ini hanya bisa tertidur saja, karena beliau sudah tak punya asa lagi untuk berkegiatan

Bagaimana mau berkegiatan ?

Untuk menopang tubuhnya yang ingin bangun dari ranjang saja sudah tak kuat asa. Makan, minum, BAB (Buang Air Besar), dan BAK (Buang Air Kecil) beliau lakukan di sekotak ranjang kayu rapuh ini. Sangat miris hati ini ketika bersilahturahmi di rumah beliau. Melihat keadaan beliau yang hanya tidur terlantang seakan hanya menunggu waktu tiba….

Pernah ada kejadiaan..

Sewaktu hujan deres mengguyur daerah bantul beberapa hari lalu, genting yang di jadikan atap rumah Mbah Loso bocor. Karena tak ada daya untuk beralih dari ranjangnya, ia hanya berdiam diri menahan dingginnya air hujan yang mengenai tubuhnya. Rumah yang bocor, menjadikan seluruh ruang di rumah mbah Loso menjadi banjir. Di dalam hati ini hanya bisa berdoa..

“Lindungilah hamba ya Allah”

Di pagi harinya Mbah Loso di tolong warga sekitar, untuk di gantikan bajunya yang basah, dan membersihkan tubuh simbah. Ya, Mbah Loso kini di rawat oleh salah satu tetangga rumah Mbah Loso. Dari merawatnya, memasakan makannya, menyuapi, dan memberi minum simbah. Karena sudah semestinya kita saling membantu, karena semua adalah saudara kita.

Tak perlu berfikir panjang, kami “Tim Kurir Pelayanan Hafara” memberikan sedikit sedekah untuk Simbah, agar kebutuhan nutrisi dan tempat tinggalnya lebih layak. Kami bersama warga sekitar saling bergotong royong untuk membersihkan, dan memperbaiki atap yang boncor.

Beliau adalah saudara kita, saudara kita yang membutuhkan uluran tangan kita.

Inilah Ladang ibadah kita, Tabungan amal kita, jangan takut untuk berbuat baik. Dan jangan lelah menjadi orang baik, Mari kumpulkan point-point kebaikan untuk kehidupan mendatang.

Jangan takut MISKIN, karena berzakat.  Bukankah Allah berfirman dalam QS Saba ayat 39 “Apapun harta yang kalian infakkan maka Allah pasti akan menggantinya, dan Dia adalah sebaik-baiknya pemberi rezeki”

Tuhan yang punya bumi dan langit.

Kamu masih ingin meragukannya ? Berzakat tidak membuat miskin, mau buktikan ?

Sahabat, Ayo buka dompetmu, buka HPmu, sisihkan rejeki terbaikmu melalui klik https://kitabisa.com/zakathafara

Admin Pusat