06 Dec
  • By Admin Pusat
  • Cause in

Dua Lansia yang Berjuang Ditengah Kerasnya Hidup

Desa Kirobayan RT.04, Tirtosari. Salah satu daerah yang menjadi bagian dari kabupaten Bantul, Yogyakarta ini adalah daerah yang mayoritas penduduknya bekerja sebagai petani. Beda dengan daerah kota yang mungkin kebanyakan orang sudah bekerja sebagai pegawai. Dimana keadaan ekonominya pun tentu juga berbeda.

Bicara soal keadaan ekonomi.

Di dunia yang kebanyakan orang berfikir masyarakatnya sudah hidup makmur, ternyata di pojokan daerah masih banyak orang yang harus bekerja keras untuk mempertahankan hidup. Bahkan ada yang hanya berharap sama uluran tangan orang-orang baik yang datang memberikan pertolongan demi bisa menikmati sesuap nasi. Selasa, 26 November 2019 kemarin. Kami kembali bersilaturahmi ke sebuah keluarga yang terdiri dari dua lansia. Simbah Pojoyo dan simbah Boyem namanya.

Dua orang lansia yang saling bekerjasama untuk saling bertahan hidup di tengah-tengah kerasnya dunia. Tidak ada sanak saudara yang ikut menyaksikan perjuangan hidup mereka. Mereka adalah tiga bersaudara yang tinggal bersama. Namun, simbah Sunar saudara laki-laki sudah pulang ke pangkuan Illahi. Kesehatan yang semakin lama semakin memburuk dan tak mampu pergi berobat mungkin menjadi salah satu penyebabnya.

Hati terenyuh dan terpukul sangat terasa oleh mereka ketika saudara laki-laki satu-satunya harus pergi meninggalkan mereka untuk selama-lamanya.

Namun, dari situ mereka menyadari betul bahwa manusia hanya tinggal menunggu jatah kematiannya. Sejak kejadian itulah rasa syukur mereka kian bertambah. Meskipun hidup penuh dengan kesederhanaan dalam artian kata susah mencari makan ataupun mencukupi kebutuhan. Tapi mereka tidak menyerah untuk terus meneruskan hidup sampai habis jatah di dunia.

Usia yang sudah tua dan keadaan fisik yang sudah tidak memungkinkan lagi membuat rasa iba ini semakin tinggi. Bagaimana tidak seorang lansia yang seharusnya di sisa umurnya bisa menikmati mujurnya hidup. Tapi justru keadaan sebaliknya yang terjadi di hidup dua simbah kita ini. Jangankan untuk makan enak dan tinggal di rumah mewah, gubuk sederhana yang bisa buat tempat berlindung itupun sudah mereka anggap sebagai istana.

Hidup memang keras adanya.

Hanya besar syukur kita lah yang senantiasa menjadi pendongkrak semangat untuk terus berjuang di berbagai macam suasana kehidupan. Belajarlah dari dua lansia bersaudara yang hadir di hadapan kita. Tak ada hal lain yang bisa mereka lakukan untuk menyikapi hidup selain bersyukur dan berserah diri kepada Allah SWT.

Sahabat, mungkin sering kali kita berontak dan menyalahkan Allah atas takdir hidup yang di berikan. Namun, semua ujian yang dihadirkan di hidup kita belum seberapa dibandingkan dengan apa yang dialami simbah Pojoyo dan simbah Boyem ini. Mari bergabung bersama kami disini 👉https://kitabisa.com/campaign/bantudhuafaterlantar terus tebar virus-virus kebaikan agar bisa menumbuhkan kebaikan-kebaikan baru di luar sana. Salam semangat bergerak di dalam kebaikan.

 

Admin Pusat