30 Apr
  • By Admin Pusat
  • Cause in

BERKENALAN DENGAN SEDEKAH WAKTU

Peralihan waktu dari sore menuju malam membawa beberapa nada. Nada atmosfir bahagia untuk para pencari nafkah yang akan bertemu keluarga. Ada juga yang menghembuskan nada lega karena terbebas dari kewajiban. Sebagian dari penghembus nada tak mau diganggu lagi oleh urusan-urusan yang tak menyenangkan hatinya ketika memasuki waktu malam.

Meski begitu, selalu ada anomali dalam kehidupan manusia. Anomali menjadi varian dari cerita rutinitas harian yang membosankan. Anomali membawa rasa penasaran, gairah, kepuasan, dan pencerahan.

Contoh anomali bisa kamu temukan di Panti Hafara saat malam. Ketika mayoritas manusia terlelap, beberapa relawan memilih untuk terjaga. Bukan semata-mata karena memiliki kewajiban yang harus dituntaskan, namun pilihan menelusuri lebih dalam rasa kemanusiaan.

Kita kerap terlena urusan duniawi. Apa mau dikata, perut masih membutuhkan nasi. Kerja adalah keharusan yang pasti. Namun seringkali manusia melupakan asupan hati. Hati dibiarkan sakit sampai lupa diobati.

Itulah kenapa relawan Hafara memilih terjaga. Mereka tetap berusaha terjaga walau kantuk terus menyerang tanpa henti. Kelopak mata seketika menjadi berat seperti sapi. Semua demi asupan hati.

Hati butuh nutrisi. Caranya adalah terus bercakap dan mendengarkan nurani, mencoba menelusuri teka-teki kehidupan. Melacak jejak awal dan memahami tujuan akhir. Hingga sampai pada pemahaman “sangkan paraning dumadi”. Kita adalah makhluk yang diciptakan Tuhan, turun ke Bumi, dan akan kembali kepada-Nya lagi. Waktu hidup di dunia begitu sebentar, Dia abadi.

Supaya lancar bercakap dan mendengarkan nurani, situasi sekitar harus mendukung. Singkirkan hal-hal yang dapat mendistraksi. Fokus kepada ilahi. Lingkungan Panti Hafara saat malam, sangatlah cocok untuk kegiatan itu.

Lokasinya di pebukitan dan hutan, membawa udara sejuk dan segar. Udara sejuk dan segar sangatlah membantu otak berpikir jernih. Sementara itu, kesunyian bukit Trimulyo begitu mendukung hati agar dapat berbicara dengan lebih jelas serta lugas.

Sudahkah kamu mendengarkan suara hatimu? Kalau belum, cobalah sedekah waktu di Panti Hafara.


 

Admin Pusat