30 Oct
  • By Admin Pusat
  • Cause in

Berkat Kalian Aku Masih Kuat Bertahan

Bagaimana kabarnya, semoga kabar baik selalu menyapa kita semua disetiap harinya. Kalaupun bukan kabar baik yang menemani semoga rasa syukur itu tetap menancap kuat dihati. Bicara tentang kabar, kami keluarga Hafara kembali hadir dihadapan kalian semua bersama secarik kabar dari remaja tangguh yang masih terus berjuang melawan penyakitnya. Tinggal bersama sang ibu di Dusun Tingas Cempoko Rt 06 RW 49 Sumbermulyo Bambanglipuro Bantul Yogyakarta.

Dia lah Aris Nugroho namanya.

Sahabat masih ingat kan si remaja kuat ini. Iya, Aris yang semenjak usia belia sudah harus menanggung beban penyakit yang membuat dirinya tak lagi bisa beraktivitas layaknya remaja lain seusianya. Penyakit hydrocephalus yang dideritanya memberikan pelajaran yang sangat berharga di diri seorang remaja yang sekarang usianya memasuki kepala dua ini. Tidak jauh beda dari biasanya Sahabat. Aris setiap harinya masih harus berkompromi dengan berbagai macam obat yang hendak masuk ditubuhnya. Setiap kurang lebih sebulan sekali ia masih harus bertemu dengan dokter beserta alat medis lainnya untuk melakukan terapi ditubuhnya.

Diantaranya terapi tangan, terapi kaki, juga terapi wicara. Meskipun serangkaian pengobatan harus rutin dilakukan, namun Aris tidak pernah bosan dengan itu semua. Hidup didalam keterbatasan justru membuatnya semakin bisa menyadari bahwa tak ada daya lain yang mampu insan lakukan di dunia di saat Allah sudah memutuskan kehendakNya. Bahkan untuk mengeluh pun sudah tak ada manfaatnya. Hanya sabar dan tawakal yang selalu ia tanamkan dihati dan fikirannya.

Aris memang sudah dewasa, dibalik keadaannya yang seperti itu pasti terbesit harapan di lubuk hatinya yang paling dalam.

Ada sesosok ibu yang harus ia buat bangga juga ia cekam air matanya. Mengingat banyak sekali beban yang harus di pikul sang ibu karena selain harus mengurusnya setiap hari, beliau juga harus selalu tanamkan ketegaran yang kuat di hati menghadapi lingkungan yang kurang bersahabat. Rumah yang sekarang disinggahi juga tidak mutlak menjadi miliknya. Namun, Aris akan selalu berusaha bagaimana caranya membuat sang ibu selalu tersenyum dengan segala kemampuan yang ia punya. “Aku memang cacat dan tidak bisa berbuat apa-apa, tapi aku tau, senyum bahagia ibu terletak di senyum dan ceria wajahku”.

Begitulah kurang lebih isi hati Aris yang kami lihat dari sorot matanya dan coba kami utarakan dalam bentuk kata. Kemarin hari Minggu, 27 Oktober 2019 ketika kami kembali menjenguknya. Aris akan tetap berusaha sekuat tenaga mengejar sembuh demi melihat senyum bangga itu diwajah ibunya. Terlepas dari cobaan lain yang menimpa dirinya dan sang ibu. Ia akan tetap kuat dan menguatkan ibunya. Akan tetap optimis bahwa Allah SWT memberikan segala ujian ini bukan tanpa sebab dan hikmah indah didalamnya.

Sahabat, seperti yang kita tahu bahwa sekecil apapun uluran tangan kita itu adalah harapan besar buat mereka.

Aris Nugroho, salah satu yang sudah merasakannya. Kita memang tidak bisa menjamin kesembuhannya karena itu semua hak penuh Yang Maha Kuasa, namun melalui sikap peduli kita itu bisa menjadi pendukung untuknya. Bersama kami mari dampingi Aris mengejar sembuh dengan klik https://www.kitabisa.com/bantuarissembuh . Semoga Allah selalu mempermudah dan melimpahkan berkah di jalan kebaikan yang kita lakukan. Jangan pernah lelah menjadi orang baik agar hidup kita semakin baik.

Wassalamu’alaikum Sahabat

Admin Pusat