23 Feb
  • By Admin Pusat
  • Cause in

BERBAGI NASI ,STASIUN, DAN AMBULANCE PATAH HATI

Sebuah mobil kijang tua berwarna hitam berhenti di pinggiran stasiun. Turun dari mobil tiga wanita berjilbab dan membawa nasi kotak di tangannya. Tiga perempuan itu menyeberang jalan dan menghampiri para tukang becak dan tukang parkir di pinggir stasiun. Diberikannya nasi kotak itu kepada mereka. “Silakan buat sarapan, pak.” Kata Dhani pada salah satu tukang parkir. “Oh, terima kasih. Ini dari mana?” Tanya tukang parkir sambil menerima nasi kotak. “Dari sahabat Hafara, pak.” Jawab mbak Dhani. Mereka kembali ke mobil untuk mengambil nasi kotak lagi.

Tiba-tiba ada seorang bapak-bapak yang teriak. “Kok mobilnya Patah Hati mas? Tanya seorang bapak-bapak dari seberang jalan. Yanto dan Wahyu yang saat itu mendampingi tiga srikandi Hafara hanya tersenyum kemudian tertawa cekikikan. “Soalnya kita pernah patah hati sama dunia pak.” Jawab Yanto. “Oalah lha kok kreatif banget mas. Hahaha.” Kata bapak yang entah siapa namanya sambil tertawa.

Dhani, Mewa, dan Sariyem membagikan nasi kepada orang-orang yang kerja di pinggiran stasiun Lempuyangan. Membagikan nasi, bertemu dengan orang baru dan berinteraksi langsung dengan lingkungan luar membuat mereka sangat gembira. “Seneng. Bisa refreshing.” Kata Mewa dengan logat genitnya. Sepanjang perjalanan dirinya tak henti-hentinya bercerita. “Ya seneng, main ke kota sekaligus sedekah. Hehehe” jawab Sariyem malu-malu.

Nasi semua telah dibagikan tanpa ada sisa satu pun. Mereka pun berjalan menuju mobil ambulance patah hati, mobil yang selalu ikut dalam agenda Jumat berbagi. Mobil melaju menuju jalan pulang melewati malioboro. Dengan hati yang gembira mereka kembali ke panti dan semangat mengikuti aktivitas yang lainnya. “Besok lagi ya!” Kata Mewa sambil melambaikan tangan. Ikutan yuk berbagi nasi.Ada berkah dalam satu kotak nasi. (PN)

Admin Pusat