13 Sep
  • By Admin Pusat
  • Cause in

Belajar Syukuri Nikmat dari Simbah Pembuat Sapu Lidi

Apa yang sedang kalian lakukan diluar sana. Sedang sibuk belajarkah, bekerja, menyalurkan jasa, atau sibuk berkarya ?. Semua yang sedang kalian lakukan diluar sana sebagian besar pasti sebagai upaya untuk menuju kesuksesan. Kesuksesan memang dapat diraih oleh siapa saja yang mengusahakannya. Namun, tidak ada kesuksesan yang datang secara tiba-tiba. Semua pasti butuh proses.
Seorang petani sukses awalnya juga memulai bakatnya dari hal kecil, seorang pedagang sukses pun memulai strateginya dari hal kecil, bahkan seorang pengusaha suksespun mengawali usahanya dari hal kecil. Semua cerita dari kalangan orang-orang sukses pasti diawali dari hal kecil dan sederhana. Sama halnya dengan kisah dari salah satu simbah yang sudah tua ini. Beliau menginspirasi banyak orang bahwa sukses itu selalu berawal dari hal sederhana.

Mengunjungi simbah yang sangat gigih dan telaten menekuni bakatnya di usia yang sudah tidak muda lagi.

Beliau Simbah Kawiyem, yang sampai sekarang masih melestarikan bakatnya sebagai pembuat sapu lidi. Memang sederhana dilihatnya, namun pekerjaan inilah yang menjadi satu-satunya sumber mata pencaharian beliau. Beliau tinggal bertiga bersama anak dan menantunya. Melewati hari-hari dengan penuh kesederhanaan. Rumah sederhana dan makanan seadanya yang hanya mengandalkan dari hasil penjualan sapu lidi tersebut. Beliau membuat kerajinan sapu lidi ini setiap hari dan menjual serta menitipkannya ke warung-warung terdekat dengan harga Rp 3000/ikat. Meskipun hanya terjual dengan nominal sedikit, beliau tetep sabar dan telaten menjalani usahanya itu.

Beliau meyakini sepenuhnya bahwa rezeki itu sudah diatur oleh Yang Maha Kuasa. Allah Sang Maha Mengetahui, Dia tidak akan membalas kosong tangan hamba-hambanya yang mau berusaha. “Dan berapa banyak binatang yang tidak menanggung rezeki-Nya, Allah-lah yang memberi rezeki kepadanya ( kepada binatang ) dan kepadamu ( para manusia ), dan Ia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”(Al-Ankabut: 60). Padahal dilihat dari usia beliau. Sudah saatnya untuk istirahat dari sibuknya kerja. Tapi beliau beda, semangat bekerjanya tidak kalah kuat dan bakatnya pun tidak kalah hebat sama anak-anak muda. Seakan beliau tidak mau beralih dari masa mudanya dulu.

Seperti yang kita ketahui. Manfaat dari sapu lidi di kehidupan kita sangatlah penting. Lingkungan bersih dan enak dipandang mata pasti tidak jauh dari alat satu ini. Dengan keahlian sederhana beliau mampu ikut andil dalam upaya kebersihan lingkungan. Berputus asa. Perasaan itu tidak pernah dialami beliau bahkan terlintas difikiranpun tidak pernah. Dengan segala kemampuan dan kesabarannya beliau tetap tegak berjuang didalam mencari rezeki. Berusaha untuk mandiri dan tidak bergantung ke orang lain.

Apalagi tentang mensyukuri nikmat. Selalu dan selalu beliau lakukan setiap harinya.

Tidak mugkin beliau bisa mempertahankan kebahagiaannya sampai saat ini kalau rasa syukur itu tidak selalu bersamanya. Gimana Sobat ? Masihkah kita mengeluh dan menyerah begitu aja dalam berjuang ? . Apa kita tidak malu sama sosok Simbah Kawiyem. Diusianya yang sudah sudah 72 tahun, beliau tetap seamangat berjuang dan berusaha. Tidak ada kata lelah dan menyerah sedikitpun.

Beliau mengajarkan ke kita semua bahwa janji Allah itu pasti ada. Selalu ada rezeki yang berkah dari usaha yang sungguh-sungguh, dan tidak ada hasil yang mengkhianati sebuah usaha. Mari belajar tekun dari seorang simbah Kawiyem ! Belajar sabar dan pasrah dalam melakukan sesuatu dan belajar mensyukuri nikmat dengan klik https://kitabisa.com/zakathafara. Yakin, kita pasti bisa. Sampai jumpa

Admin Pusat