29 Apr
  • By Admin Pusat
  • Cause in

BELAJAR MEMAHAMI KUASA TUHAN YANG MAHA LUAS DAN CINTA TUHAN YANG MAHA LUWES

Nuansa pegunungan pada pagi itu terasa syahdu. Selepas hujan, matahari muda memuntahkan cahayanya yang kuning keemasan ke permukaan bumi, daun-daun pepohonan berbunyi lantaran tersibak oleh lincahnya angin, dan burung-burung serta serangga-serangga ramai bersahut-sahutan irama. Namun, bagi Ramadhan Juli Saputra kesyahduan itu tak bisa dirasakannya secara sempurna.

Ramadhan Juli Saputra (Putra) adalah buah hati dari pasangan Pak Pujoanto dan Bu Aropah. Usianya kini hampir menginjak 4 tahun. Indera pendengaran anak ini nyaris tidak berfungsi sejak lahir. Ia berada di kondisi tunarungu sejak lahir. Selain tidak bisa mendengar, ia juga tidak bisa berbicara seperti anak-anak lain seusianya. Memang, tunarungu seringkali menggandeng kawan akrabnya, tunawicara.

Orang tua Putra tetap menyayangi anak semata wayangnya itu meski dengan keadaan ekonominya yang tak mapan. Di rumah berdinding anyaman bambu yang beralamat di Bintaos Sidoharjo Tepus Gunung Kidul itu Pak Pujoanto dan Bu Aropah mengasuh Putra dengan penuh cinta dan kasih sayang. Untuk menafkahi keluarganya, Pak Pujoanto membanting tulang di area parkir di daerah Wonosari. 4 atau 5 hari sekali ia baru pulang ke rumah. Sedangkan Bu Aropah menjagai anaknya di rumah.

“Kami tetap bersyukur, Mbak. Putra ini kan anak kami. Dia adalah titipan Tuhan. Kami ndak boleh menyia-nyiakan apa yang Tuhan titipkan di keluarga kami.” kata Bu Aropah sembari memandang anak semata wayangnya.

Bu Aropah juga mempunyai kondisi fisik yang tak sempurna. Beberapa jari tangan sebelah kirinya tak tumbuh sejak lahir. Begitu pun dengan jari-jari kaki sebelah kirinya. Namun, keterbatasan fisiknya tersebut tidak menjadi alasan untuk tidak menjadi ibu yang baik. Di balik keterbatasannya ternyata tersimpan cinta yang luar biasa untuk keluarganya.

Di atas gelaran tikar di ruang tamu rumahnya, Bu Aropah berbagi banyak cerita dengan Tim Relawan Hafara tentang upaya merawat anak semata wayangnya yang berkebutuhan khusus. Pertemuan kami dengan Putra dan keluarganya membuat kami lebih banyak bersyukur. Kami bersyukur bahwa kami masih diberi kesempatan untuk belajar tentang kekuasaan-Mu yang sangat luas dan cinta-Mu yang begitu luwes.

Admin Pusat