21 Jun
  • By Admin Pusat
  • Cause in

BAHAGIA ITU SEDERHANA KOK

Tak harus mahal, tak harus pergi ke luar kota apalagi keluar negeri, bahagia itu sederhana dari diri sendiri kita ciptakan dulu kemudian mempunyai semangat kuat dan terpancar, sehingga pancaran itu akan membawa segi positif bagi orang lain disekeliling kita.

Dan bahagia paling sederhana adalah ketika sudah memiliki rasa bersyukur atas apa yang sudah diberi oleh Sang Maha Kuasa. Atas apa yang kita miliki. Karena sempurna yang sesungguhnya adalah kita mampu bersyukur dengan ikhlas.

Siang itu, dengan semangat yang begitu membara, keringat yang membasahi seragam hitam kami, dan langkah kaki berjalan teratur sangat pasti menuju kearah Gubuk sederhana simbah Amat Radem, seorang lansia senja berumur 90 tahun, dengan begitu sederhananya. Simbah menjalani keseharian dengan begitu ikhlas. Ya di Gubuk ini simbah berlindung dari panas dan dinginnya hari. Di Gubuk ini apapun dilakukan Simbah.

Sesekali Simbah keluar untuk menghirup udara segar di pagi hari. Simbah mempunyai anak, simbah tak sendiri. Memang simbah memilih tinggal di Gubuk yang begitu sangat sederhana, bagi simbah mungkin itulah istana simbah. Anaknya pun tak bisa berbuat apa – apa.

Berulang kali simbah diajak bertempat tinggal bersama satu rumah dengan sang anak, berulang kali itu pula simbah menolak. Menolak tidak mau dan ingin terus tinggal di gubuk sederhananya.
“Mbah pripun kabare (mbah gimana kabarnya), sambil mendekatkan ke telinga simbah, “ Sae mbak (Alhamdulillah baik mbak). Inilah simbah Amat meskipun dirinya sudah tak sekuat dulu, kulit sudah mengkeriput, rambut sudah memutih, pendengaran bahkan sudah terlalu pikun, mengobrolpun sekarang kadang sdudah tak nyambung,dan sifatnyapun sekarang sudah seperti anak kecil. Tetapi dibalik itu semua Simbah Amat adalah sesosok lansia yang begitu kuat dan ikhlas menerima keadaan dan semangat dalam berjuang hidup.

Lihat perjuangan mereka, saudara – saudara kita yang begitu kuatnya menjalani hidup dalam keadaan yang sangat keras. Kalian mengeluh ? malu dong dengan tubuh yang masih sehat, tubuh yang masih kuat, tubuh yang seakan masih bisa untuk menopang, merangkul saudara – saudara yang berada diluar sana. Saudara – saudara yang kita yang menjerit seakan membutuhkan tubuh kita untuk merangkul, untuk kita ulurkan tangan agar dapat meringankan beban saudara kita. Bersama kami. Rangkul mereka, temani mereka, sayangi mereka, bantu ringankan beban mereka dengan klik https://kitabisa.com/zakathafara

Admin Pusat