02 Nov
  • By Admin Pusat
  • Cause in

Ayu Namanya Ayu pula Hatinya

Hidup memang adil ya ? Bagaimana tidak dibalik kesusahan yang dialami seseorang, Allah selalu mengirimkan orang-orang baik disekitarnya. Sekejam apapun dunia menolak kehadiran kita di saat itulah juga Allah kirimkan pertolongan dalam bentuk dan waktu yang tidak pernah kita sangka sebelumnya.

Kali ini pun Hafara kembali hadir menemani hari-hari kalian dengan berbagai macam cerita menarik didalamnya.

Dimana semua tak jauh dari hal yang berujung saling mengingatkan satu sama lain soal kebaikan. Maka dari itu jangan sampai ketinggalan ya, pantengin terus setiap postingan yang mampir di beranda kalian. Alhamdulilah Sahabat. Kami kembali diberi kesempatan oleh Allah SWT untuk bersilaturahmi ke rumah Ayu Nurjanah. Seorang remaja yang kembali menunjukkan ke kita semua bahwa pertolongan Allah itu selalu datang menyapanya.

Tak ada hari yang ia lewati tanpa cinta dan kasih sayang orang terdekatnya. Iya, kakak perempuan Ayu. Panggil saja mbak Siti. Seorang kakak yang dengan setia menjaga, merawat, menemani Ayu melewati hari-hari di kehidupannya. Tak ada hal lain yang dapat memisahkan ataupun merenggangkan cinta kasih diantara mereka berdua. Saling mencintai dengan tulus itulah yang terlihat nyata didepan mata kami.

Perum Trimulyo Blok 1 RT.010, Trimulyo, Jetis, Bantul, Yogyakarta.

Di sekitar daerah situlah mereka tinggal dan menghabiskan waktu bersama. Semenjak ditinggal pergi kedua orang tua untuk selama-lamanya, mbak Siti itulah yang menggantikan peran almarhum untuk selalu menjaga Ayu dengan sepenuh jiwa. Meskipun mbak Siti sudah berstatus mempunyai anak dan suami, namun besar cinta yang mengalir ke adik bungsunya itu tidak akan pernah berkurang sedikitpun.

Tetap setia mendampingi Ayu bersama keterbatasan fisik akibat tragedi yang dialami dimasa kecilnya itu. Ketika kami duduk tepat disampingnya, Ayu memandang kami penuh tanya. Si kakak pun mencoba menjelaskan dengan Ayu terkait kehadiran kami. Tak jarang Ayu menunjukkan raut muka yang mulai faham ketika yang mengajak berbicara kakaknya sendiri.

Itu semua karena saking erat ikatan batin antara mereka. Semakin hari semakin bertambah melalui kedekatan mereka, karena tidur pun sang kakak selalu berada disamping Ayu. Remaja berusia kurang lebih 25 tahun ini sangat bersih hatinya. Ia mencoba merespon setiap orang yang datang menjenguknya termasuk ketika kami mendatanginya.

Seiring berjalannya detik waktu, Ayu pun menunjukkan senyum itu di hadapan kami tanda bahwa ia menyambut ramah kehadiran kami.

Sahabat, mari bergandeng tangan bersama kami disini https://kitabisa.com/campaign/zakathafara . Untuk sedikit mengulurkan tangan kita buat mereka saudara-saudara kita diluar sana termasuk Ayu salah satunya. Percaya tidak ada kebahagiaan lain yang bisa menandingi ketika hati dan tangan kita mampu memunculkan senyum diwajah mereka. Semoga Allah selalu memberkati kita semua. Amin.

Admin Pusat