22 Nov
  • By Admin Pusat
  • Cause in

Ati Tentrem Simbah Palem

Kembali lagi kita dipertemukan di kesempatan yang penuh berkah ini. Bagaimana sudah mendapatkan sensasi dari indahnya berbagi. Siapapun kalian diluar sana yang sudah membiasakan diri untuk peduli pasti merasakan suatu kebahagiaan yang luar biasa. Kepuasan tersendiri yang tidak bisa di ungkapkan dengan kata-kata. Satu hal yang pasti bahagia itu akan selalu ada.

Berbicara tentang bahagia pasti tidak jauh dari yang namanya ketentraman hati.

Sering orang bilang hidup bahagia apabila hati selalu tentram atau istilah orang jawa adem ayem. Hidup tentram dan bahagia adalah suatu hal yang menjadi tujuan hidup seseorang. Namun, terkadang tuntutan kebutuhan dan hadirnya ujian membuat kita harus berjuang untuk mendapatkan yang namanya kebahagiaan. Tapi kita juga perlu tau kalau tentram dan bahagia itu tergantung cara kita memaknainya. Bahagia juga tidak melulu harus bersangkutan dengan hal-hal mewah dan hidup bergelimang harta.

Tidak bisa kita pungkiri bahwa banyak orang-orang diluar sana yang hidupnya sangat sederhana tapi selalu bisa merasakan tentram dan bahagia. Dimana itu semua karena mereka meletakan kadar tentram dan bahagia bukan dari harta melimpah dan juga tahta. Hal serupa yang selalu menggelitik hati fikiran kita oleh hadirnya simbah yang selalu menemukan tentram dan bahagia itu dikehidupannya. Siapa lagi kalau bukan simbah Jokosemo yang akrab disapa simbah Palem.

Kehadiran beliau di hadapan kita selalu menjadi pembuka hati nurani bagi siapa saja yang mampu memaknai betul kisah perjuangannya.

Bagaimana tidak setiap hari yang beliau lewati hanya berteman dengan kegelapan. Ketidakmampuan melihat yang beliau alami semenjak 20 tahunan yang lalu itu sama sekali tidak menyurutkan semangat juang untuk terus melanjutkan kehidupan. Semangat hidup beliau tetap sama dan senyuman merekah itu seolah menunjukkan ke kita bahwa selalu hinggap ketentraman di hatinya. Suguhan terindah yang kami dapatkan saat kembali silaturahmi pada hari Selasa 19 November 2019 kemarin.

Kehidupan yang beliau jalani sangat jauh dari kata mewah. Pakaian sederhana, dipan tua beralaskan tikar, makan minum apa adanya dan rumah sederhana berdinding bata merah itulah yang mengelilingi beliau setiap harinya. Hidup hanya berdua dengan anak satu-satunya di salah satu Dusun Depok, Gilangharjo, Pandak, Bantul, Yogyakarta. Rambut beruban, gigi yang sudah lepas semua, senyum renyah selalu menjadi ciri khas dari seorang simbah hebat ini.

 

Menerima dengan lapang dada dan bersyukur sebanyak mungkin selalu beliau tunjukkan di hadapan kita semua. Beliau tidak pernah mengeluh dan menyesali takdir yang sudah ditetapkan oleh Sang Maha Kuasa. Maka dari itu hati tentram dan bahagia selalu bisa beliau rasakan dibalik kekurangannya.

Mari belajar mencari ketentraman hati dan kebahagiaan hidup dari seorang simbah tunanetra. Ungkapkan rasa syukur kita akan nikmat melimpah yang sudah diberikan oleh Allah melalui ini 👉https://kitabisa.com/campaign/zakathafara bantu saudara kita untuk mentas dari keadaan ekonomi yang memprihatinkan. Besar kecil peduli kita akan lebih bermakna daripada tak ada kepedulian sama sekali di hati kita. Semangat peduli terhadap sesama, semoga Allah selalu melimpahkan berkah melimpah di hidup kita.

Wassalamu’alaikum Sahabat

Admin Pusat