12 Dec
  • By Admin Pusat
  • Cause in

Apa Kabar Evita ?

Kembali lagi kita diberi kesempatan untuk bertemu dan berbagi kebaikan. Semoga kita selalu bisa mengambil peluang itu dan memanfaatkannya sebaik mungkin. Mencari amal kebaikan sebanyak-banyaknya agar hidup yang kita lalui tidak terbuang sia-sia. Karena hidup hanya sekali dan sejatinya dunia adalah tempat menguji kita.

Sahabat, masih ingatkah kalian dengan Evita ?

Iya adik kecil kita yang hidup seorang diri tanpa ibu dan bapaknya. Kemarin sore hari Rabu, 4 Desember 2019 kami kembali di beri amanah untuk menyapanya dan menyaksikan semangat hidupnya. Hidup sebagai seorang anak piatu yang mana kehadiran seorang bapak pun sudah tidak bisa lagi ia rasakan setiap harinya. Terik matahari yang mulai mengurangi sinarnya menjelang sore hari itu kembali mengiringi perjalanan kami.

Melangkah menuju sebuah rumah sederhana di pinggir jalan itu. Dusun Depok RT.002, Gilangharjo, Pandak, Bantul, Yogyakarta. Di daerah itulah ia tinggal bersama Buleknya. Orang yang menggantikan peran almarhum ibunya setiap hari. Alhamdulilah Sahabat. Setelah beberapa hari rawat inap di Puskesmas akhirnya Evita di perbolehkan pulang. Iya, sekitar seminggu yang lalu ia sakit demam dan membuat keadaannya drop dan harus di rawat lebih intensif.

Namun, berkat doa orang-orang baik ia kembali pulih meskipun belum sepenuhnya.

Wajahnya masih sedikit terlihat pucat ketika kami kembali menjenguknya kemarin. Nafsu makan yang belum berangsur membaik mungkin salah satu yang menjadi penyebabnya. Ia masih harus meminum obat rutin sampai kondisi kesehatannya kembali pulih. Selain itu aktivitas belajar yang biasanya di lakukan juga untuk sementara waktu harus ia tinggalkan.

Merindu belaian seorang ibu. Mungkin rasa itu muncul lagi di benak seorang bocah polos ini. Rasa itu semakin dalam terasa ketika sakit datang menyerangnya. Di hatinya yang paling dalam pasti terselip rasa yang sama seperti anak lain seusianya. Dimana kasih sayang dan belaian manja adalah obat yang paling mujarap untuk menyembuhkan sakitnya.

Tapi, apa dayanya.

Ia hanya bisa mengubur dalam-dalam keinginannya itu karena kehadiran sosok seorang ibu yang tak lagi ada. Meskipun begitu, ia tetap bersyukur karena masih ada seorang bulek yang setia menemaninya. Mencintai, menyayangi dan merawatnya sepenuh jiwa sebagai pengganti seorang ibu disampingnya. Ia memang sudah tak merasakan kasih sayang dari orang tua. Namun, semangat hidupnya masih sama. Tinggi dan pantang menyerah untuk menggapai keinginan dan cita-citanya.

Tekad untuk membuat orang-orang tersayang bangga terutama almarhum ibunda tercinta masih menancap kuat di hatinya. Sahabat, mari bantu adik kita, Evita berjuang menggapai asanya dengan bergabung di gerakan ini https://kitabisa.com/campaign/zakathafara . Besar kecil uluran tangan yang kita berikan akan sangat bermanfaat untuk saudara-saudara kita di luar sana. Tetap semangat berjuang mencari berkah di dunia untuk bekal perjalanan di akhirat kelak. Semangat menjadi orang baik dan belajar memanusiakan manusia.

Admin Pusat