09 Nov
  • By Admin Pusat
  • Cause in

Ajalmu Pasti Menghampiri

Semua makhluk yang hidup di dunia ini pasti akan mati itu sudah menjadi kodrat Illahi. Manusia termasuk salah satunya. Lalu, masihkah kita merasa belum siap menghadapi kematian itu di hadapan kita ? Sedangkan waktu tibanya tak akan pernah bisa kita raba sebelumnya.

Kembali lagi kita berjumpa di hari yang penuh dengan kesempatan lebar ini.

Iya, kesempatan yang selalu Allah berikan agar kita senantiasa terus memperbaiki diri demi menebus salah dan dosa yang pernah kita lakukan. Badan sehat, jiwa kuat, umur panjang semua itu sebenarnya perantara Allah dalam menyayangi kita. Allah tak akan mengambil kita dalam keadaan berlumur dosa sehingga umur panjang kita ini adalah toleransi dariNya.

Semua kembali ke kesadaran kita masing-masing. Apakah kita mampu memaknai itu semua atau justru malah sebaliknya. Seperti yang kita tahu bahwa kebaikan itu ada dimana-mana, namun terkadang kita sendiri yang sering menutup mata dan mengabaikannya. Fikiran-fikiran yang selalu menunda itulah yang membuat niat kebaikan itu tersingkirkan begitu saja.

Memang, di sudut-sudut bumi ini masih tersimpan rasa peduli yang tinggi.

Namun, ketika lagi dan lagi mata ini masih melihat jenazah tergeletak seorang diri, tak berdaya di luaran sana dan tak ada satupun yang mempedulikannya, apa masih pantas bumi ini disebut sebagai bumi peduli ? Innalillahi wa innaillahiraji’un. Kembali jenazah terlantar tanpa nama itu datang mengetuk hati nurani ini. Jenazah itu sudah tak bisa apa-apa, ia hanya pasrah menunggu tangan baik datang menjemputnya.

Mati membusuk bak bangkai pun harus rela di terimanya apabila tak ada seorang pun yang menolongnya. Tragis, sungguh sangat miris nasib jenazah yang tak tahu asal usulnya. Entah ia tinggal seorang diri atau orang yang sengaja di campakkan oleh saudara dan keluarganya. Satupun dari kami tak ada yang mengetahui. Namun, kami datang membawa rasa peduli untuk membantunya kembali ke Allah dalam keadaan yang semestinya.

Siapapun ia, berasal dari kalangan apapun ia, itu semua tak menjadi penghalang tangan ini untuk terus mempedulikannya.

Ia adalah saudara kita, ia adalah jasad yang sebelumnya sama seperti kita, seorang makhluk yang di tiupi nyawa olehNya agar bisa hidup di dunia. Dimana kita pun hanya bisa pasrah ketika nyawa itu kembali diambil oleh pemilikNya. Wajib bagi kita semua untuk mensucikan, mengkafani, menyolatkan juga memakamkannya. Karena cepat atau lambat ajal itu juga akan datang menghampiri kita semua.

Sahabat, berjuang menjadi orang baik itu memang tidak mudah. Batu, kerikil, jalan terjal pasti akan selalu menjadi penghalangnya. Namun, ketauhilah besar perjuangan kita itulah yang akan menjadi ladang pahala di diri kita. Tidak untuk kita pamerkan ataupun membuat kita menjadi penguasa, namun semua amal baik itulah yang semestinya harus kita kumpulkan sebagai bekal perjalanan kita di alam akhirat sana.

Terus berjuang di dalam kebaikan, jangan lelah dan jangan pernah menyerah untuk terus menolong sesama dan belajar memanusiakan manusia. Bergabunglah bersama kami disini https://kitabisa.com/campaign/zakathafara bersama-sama kita mencari berkah dan ridho Illahi.

Wassalamu’alaikum Sahabat

Admin Pusat